Seri Mengenal al-Qur'an - 28 al-Qosos
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-28, Senin, 10 September 2018 M/ 29 Dzul Hijjah 1439 H.
SMQ 28 : al-Qosos
Nama al-Qoshos (القصص) yang berarti cerita-cerita, di ambil dari ayat 25 dari surah ini :
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ ]مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (25) [القصص : 25
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan Balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".
Ayat di atas menjelaskan bahwa setelah Nabi Musa AS bertemu dengan Nabi Syu’aib AS, ia memaparkan cerita yang berhubungan dengan dirinya. Yakni pengalaman dengan Fir’aun sampai ia diburu oleh Fir’aun karena membunuh seseorang dari Bangsa Qibti tanpa disengaja. Lalu Nabi Syu’aib menjawab bahwa Nabi Musa telah selamat dari kejaran orang-orang Dholim.
Turunnya ayat 25 pada surah ini amat besar artinya bagi Nabi Muhammad Saw & para Shohabat beliau untuk melakukan hijrah ke Madinah & menambah keyakinan mereka bahwa akhirnya orang-orang Islamlah yang akan menang.
✅ Tergolong Surah Makiyyah
(Turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah)
✅ Termasuk Surah al-Matsani
(Surah yang jumlah ayatnya kurang dari seratus & bukan termasuk al-Mufashshol).
✅ Lokasi : Pada Juz 20
✅ Jumlah Ayat 88
✅ No Urut 28 dalam Mushaf
✅ Turun Setelah Surah an-Naml
✅ Isi Pokok Suroh al-Qoshos :
1. Keimanan :
Alloh menentukan segala sesuatu & manusia harus rela menerima ketentuan itu. Alam adalah fana, hanya Alloh saja yang kekal & semuanya akan kembali kepada-Nya. Alloh mengetahui isi hati manusia baik yang dinyatakan maupun yang disembunyikannya.
2. Kisah-Kisah:
Kekejaman Fir’aun & pertolongan serta karunia Alloh kepada Bani Isroil. Nabi Musa ketika kecil (baru lahir) dilemparkan ke sungai Nil. Seorang Qibti mati dibunuh oleh Nabi Musa tanpa sengaja. Nabi Musa ke Madyan. Nabi Musa menerima perintah Alloh di Gunung Tur, serta kisah Qorun.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅Kisah Nabi Musa & Fir’aun (Ayat 1-6)
🔅Nabi Musa diasuh & dibesarkan di Istana Fir’aun (Ayat 7-13)
🔅Karunia Alloh kepada Nabi Musa ketika dewasa (Ayat 14-19)
🔅Nabi Musa meninggalkan Mesir (Ayat 20-28)
🔅Nabi Musa kembali ke Mesir & Menerima wahyu untuk menyeru Fir’aun (Ayat 29-32)
🔅Nabi Harun menjadi pendamping Nabi Musa (Ayat 33-37)
🔅Kesombongan Fir’aun & pengikutnya (Ayat 38-43)
🔅Nabi Musa menerima Taurot diketahui Nabi Muhammad melalui Wahyu (Ayat 44-47)
🔅Kafir Mekah juga mengingkari al-Qur’an (Ayat 48-51)
🔅Sebagian Ahli kitab beriman setelah mendengar al-Qur’an (Ayat 52-55)
🔅Hanya Alloh yang dapat memberi Hidayah (Ayat 56-57)
🔅Alloh akan membinasakan umat yang mendustkan Rosul-Nya (Ayat 58-59)
🔅Nikmat Duniawi hanyalah kesenangan sementara (Ayat 60-61)
🔅Pertanggungjawaban orang yang mempersekutukan Alloh di Hari Kiamat (Ayat 62-67)
🔅Hanya Alloh yang berhak menentukan sesuatu (Ayat 68-70)
🔅Alloh yang berhak dipuji & disyukuri (Ayat 71-73)
🔅Orang yang mempersekutukan Alloh karena nafsunya (Ayat 74-75)
🔅Kisah Qorun menjadi pelajaran bagi Manusia (Ayat 76-78)
🔅Adzab yang menimpa Qorun (Ayat 79-82)
🔅Balasan Alloh di Akhirat (Ayat 83-84)
🔅Larangan memperkuat barisan orang Kafir (Ayat 85-88)
✅ Tujuan Utama :
Mengajak umat Islam untuk percaya terhadap janji Alloh Swt & yakin bahwa janji itu akan terpenuhi betapapun lama rentang waktunya & betapapun sulit kondisinya. Juga menanamkan optimism dalam hati kaum muslim bahwa selama mereka beriman & berpihak kepada Alloh Swt maka pasti mereka akan memeroleh kemenangan & kekuatan, betapapun besar & beragamnya tantangan yang menghadang.
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Qoshos dengan Surah an-Naml. Di mana keduanya sama-sama dimulai dengan huruf Hijaiyyah (Fawatihus Suwar). Keduanya juga sama-sama menerangkan sifat-sifat al-Qur’an & memaparkan kisah Nabi Musa AS. Hanya saja kisah tentang Nabi Musa yang ada dalam surah a-Qoshosh diterangkan lebih lengkap dibandingkan dengan kisah Nabi Musa yang ada dalam surah an-Naml.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Qoshosh:
▪ Cinta Nabi Terhadap Kota Makkah
Sebuah fakta menarik bahwa sebagian ayat surah ini diturunkan pada saat Rosululloh Saw hijrah dari Makkah menuju ke Madinah. Beliau sangat sedih karena harus meninggalkan kota Makkah. Kedua mata beliau mengucurkan air mata.
Beliau pun bersabda :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 305)
))علمت أنك خير أرض الله وأحب الأرض إلى الله ولولا أن أهلك أخرجوني منك ما خرجت(( قال عبد الرزاق والحزورة عند باب الحناطين .تعليق شعيب الأرنؤوط : حديث صحيح على وهم في إسناده
‘Sesungguhnya engkau (wahai kota Makkah) adalah sebaik-baik bumi Alloh & negeri yang paling dicintai oleh Alloh. Seandainya pendudukmu tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan meninggalkanmu” Hr Ahmad.▪ Komplit Kisah Nabi Musa AS
Surah al-Qoshosh adalah satu-satunya surah dalam al-Qur’an yang menceritakan Nabi Musa AS secara lebih komplet. Meliputi kelahiran beliau, pelemparan ke laut, masa kecil di istana Fir’aun, keluar dari Mesir ke Madyan & pernikahan beliau dengan putrinya Nabi Syu’aib, kembali ke Mesir 10 tahun kemudian & kemenangan beliau atas Fir’aun.
▪ Antara Nabi Musa AS & Nabi Muhammad Saw
Terdapat hubungan yang erat terkait peristiwa yang terjadi antara Nabi Musa AS & Nabi Muhammad Saw.
Pertama, Janji Alloh kepada Ibu Nabi Musa
Di dalam surah al-Qoshos ini terdapat perbandingan yang sangat indah antara janji Alloh kepada Ibu Nabi Musa & Janji-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. Di mana pada ayat ke-7, Alloh Ta’ala berfirman:
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (7) [القصص : 7]
“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari Para rasul”.Sementara itu pada ayat ke-85, Alloh Ta’ala berfirman:
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَى وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (85) [القصص : 85]
85. Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata".Pada ayat 7 di atas, Alloh berjanji kepada Nabi Ibunya Nabi Musa bahwa Ia akan mengembalikan Nabi Musa ke pangkuannya. Sementara pada ayat 85, Alloh berjanji kepada Nabi Muhammad Saw bahwa Ia akan mengambalikan Nabi Muhammad ke Makkah dalam kondisi menang.
Secara implisit, surah ini seakan-akan menyatakan bahwa Alloh Ta’ala yang telah memenuhi janji kepada Nabi Musa & ibunya. Juga akan mengembalikanmu wahai Nabi Muhammad ke Makkkah dalam kondisi aman & meraih kemenangan yang gemilang. Dan sejarah telah membuktikan bahwa hal itu benar-benar terjadi. Subhanalloh.
Kedua, 10 Tahun
Catatan menarik lainnya bahwa Nabi Musa AS meninggalkan Mesir & tinggal di Madyan selama 8 tahun plus 2 tahun atas kerelaannya sendiri setelah beliau menikah dengan putri Nabi Syuaib AS. Dalam al-Qur’an Surah al-Qoshosh ayat 27 disebutkan perkataan Nabi Syuaib kepada Nabi Musa :
قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ (27) [القصص : 27 (
“Berkatalah Dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun Maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, Maka aku tidak hendak memberati kamu. dan kamu insya Allah akan mendapatiku Termasuk orang- orang yang baik".Total berdasar ayat di atas, 10 tahun Nabi Musa meninggalkan Mesir. Ternyata hal ini juga dialami Nabi Muhammad Saw. Bahwa beliau masuk Makkah kembali 8 tahun setelah Hijrah. Dan risalah beliau lengkap pada tahun kesepuluh hijrah. Janji yang sama, dipenuhi dalam rentang waktu yang sama & dalam kondisi kesulitan yang sama. (Syekh Amru Kholid , Khowatir Qur'aniyyah, Nadhrot fi Ahdaf Suwar al-Qur'an, hal. 390-391)
▪ Empat Perempuan Hebat
Suroh al-Qoshos menyebutkan empat tokoh perempuan yang berperan hebat dalam membela agama:
🧕 1. Ibu Nabi Musa
Dia telah menolong Nabi Musa dengan tindakannya yang didasari kepercayaan kepada janji Alloh. Disebutkan dalam al-Qur’an:
وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (7) [القصص : 7]
7. dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah Dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya Maka jatuhkanlah Dia ke sungai (Nil). dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan men- jadikannya (salah seorang) dari Para rasul.🧕 2. Saudara Perempuan Nabi Musa
Peran Saudara perempuan Nabi Musa AS disebutkan pada ayat berikut :
وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (11) وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ (12) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (13) [القصص : 11 - 13]
11. dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, 12. dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; Maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat Berlaku baik kepadanya?". 13. Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.Maka peran utama saudara perempuan Nabi Musa adalah mengembalikan Nabi Musa kepada ibunya.
🧕 Istri Fir’aun
Peran Istri Fir’aun disebutkan pada ayat berikut :
وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (9) [القصص : 9]
“Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. janganlah kamu membunuhnya, Mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.”🧕 Putri Nabi Syu’aib
Peran putri Nabi Syu’aib yang kemudian dinikahi oleh Nabi Musa AS, disebutkan pada ayat berikut:
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (25) [القصص : 25]
“kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan Balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".✅ Hadis Yang Terkait
Surah al-Qoshosh termasuk dalam kelompok surah al-Matsani karena jumlah ayatnya 88. Nabi Saw menegaskan bahwa surah yang termasuk dalam kelompok al-Matsani itu sebanding dengan injil :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 107)
))أعطيت مكان التوراة السبع وأعطيت مكان الزبور المئين وأعطيت مكان الإنجيل المثاني وفضلت بالمفصل ((تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن
“Aku diberikan as-Sab’u ath-Thiwal yang kedudukannya sebanding dengan Taurot. Al-Miun yang kedudukannya sebanding dengan Zabur. Al-Matsani yang kedudukannya sebanding dengan injil. Dan aku diberikan keunggulan dengan al-Mufashshol”.Hr Ahmad, Abu Dawud ath-Thoyalisi, al-Baihaqi & ath-Thobroni.Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar