Seri Mengenal al-Qur'an - 25 al-Furqon



بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-25, Kamis, 6 September  2018 M/25 Dzul Hijjah 1439 H.

SMQ 25 : al-Furqon

✅ Sebab Penamaan
Nama ini diambil dari kata “al-Furqon” yang berarti pembeda. Kata ini berada pada ayat pertama surah ini.
بسم الله الرحمن الرحيم
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (1) [الفرقان : 1]
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (QS al-Furqon :1)
Yang dimaksud dalam ayat ini adalah al-Qur’an karena ia membedakan antara yang benar dengan yang bathil. Karena itulah dalam surah ini terdapat ayat-ayat yang membedakan antara keesaan Alloh Ta’ala dengan kebathilan mempercayai syirik.
Secara bahasa al-Furqon (الفرقان)  mengikuti pola “Fu’lan” (فعلا) yang terambil dari kata “Faroqo-Yafruqu-Farqon”. Yang artinya berkisar pada “Memisahkan, membedakan & memilah. Kata “Al-Furqon” dalam al-Qur’an disebut sebanyak tujuh kali dengan indikasi berbeda-beda. Adapun maksud  al-Furqon pada ayat ini adalah al-Qur’an sebagai pembeda antara kebenaran & kebathilan. (Al-Qur’an & Tafsirnya, Kementrian Agama RI, Jilid 6/650-651)

✅ Tergolong Surah Makiyyah
(Turun sebelum  periode Hijrah Nabi Ke Madinah)

✅ Termasuk Surah al-Matsani
(Surah yang jumlah ayatnya kurang dari seratus & bukan termasuk al-Mufashshol).

✅ Lokasi : Pada Juz 18 & 19

✅ Jumlah Ayat 77

✅ No Urut 25 dalam Mushaf

✅ Turun setelah Surah Yasin

✅ Isi Pokok Suroh al-Furqon :
1. Keimanan :
 Alloh Maha Besar berkah & kebaikan-Nya. Hanya Alloh saja yang menguasai langit & bumi. Alloh tidak mempunyai anak & sekutu. Al-Qur’an benar-benar diturunkan dari Alloh. Ilmu Alloh meliputi segala sesuatu. Alloh bersemayam di ‘Arsy. Nabi Muhammad Saw adalah hamba Alloh yang diutus ke seluruh alam. Para Rosul adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Alloh. Pada hari kiamat akan  terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti terbelahnya langit, turunnya malaikat ke bumi, orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan di atas muka mereka.
2. Hukum-Hukum :
Tidak boleh mengabaikan al-Qur’an. Larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir. Larangan membunuh & berzina. Kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan al-Qur’an. Larangan memberikan persaksian palsu.
3. Kisah-Kisah:
Kisah Nabi Musa AS, kisah Nabi Nuh AS, kisah kaum Tsamud & Kisah kaumnya Nabi Syuaib.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kekuasaan Alloh & keharmonisan ciptaan-Nya (Ayat 1-2)
🔅 Celaan terhadap orang kafir & sesembahannya (Ayat 3)
🔅 Tuduhan orang kafir terhadap al-Qur’an (Ayat 4-6)
🔅 Keraguan orang kafir terhadap Nabi Muhammad Saw sebagai Rosul (Ayat 7-8)
🔅 Kecaman Alloh terhadap keraguan orang kafir (Ayat 9-16)
🔅 Dialog antara Alloh dengan sesembahan orang kafir di hari kiamat (Ayat 17-19)
🔅 Penegasan Alloh bahwa para Rosul adalah manusia biasa, memerlukan makan & minum pula (Ayat 20)
🔅 Nasib manusia yang meragukan kenabian Muhammad Saw di akhirat (Ayat 21-24)
🔅 Penyesalan orang kafir pada hari kiamat (Ayat 25-29)
🔅 Pengaduan Rosul kepada Alloh (Ayat 30-31)
🔅 Hikmah al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur (Ayat 32-34)
🔅 Pelajaran dari kisah-kisah umat terdahulu (Ayat 35-40)
🔅 Ejekan orang-orang kafir terhadap Nabi Muhammad Saw (Ayat 41-44)
🔅 Tanda-tanda kekuasaan Alloh di Alam Raya (Ayat 45-54)
🔅 Perintah untuk mensyukuri nikmat Alloh (Ayat 55-62)
🔅 Sifat-sifat hamba Alloh yang mendapat kemuliaan (Ayat 63-77)

✅  Tujuan Utama :
Mengantar manusia memercayai akidah al-Qur’an & membuktikan buah keyakinan itu dalam praktik hidup mereka yang intinya bahwa seorang mukmin tidak sama dengan orang kafir. Bagi Rosululloh Saw ketika itu, surah ini bertujuan menenangkan hati beliau serta meneguhkannya menghadapi sikap keras kepala kaum musyrik Makkah.

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Furqon dengan Surah An-Nur. Pada akhir surah an-Nur, Alloh Ta’ala mewajibkan kaum muslim untuk mengikuti Rosululloh Saw & mengancam dengan adzab bagi mereka yang menentangnya. Sedangkan pada permulaan surah al-Furqon ini, Alloh Ta’ala menyebutkan bahwa Nabi Saw diberikan al-Qur’an yang dapat membimbing umat manusia.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Furqon:
▪  Pesona “Ibadurrohman”
Mulai ayat 63 sampai dengan akhir surah ayat 77 disebutkan 12 karakter hamba Alloh Yang Maha Pengasih beserta balasan disediakan untuk mereka. Guru kami, Abuya Miftahul Luthfi Muhammad bahkan menulis satu buku khusus yang mengupas 12 karakter hamba Alloh yang mulia ini dengan judul “Pesona ‘Ibadurrohman”.
Alloh Ta’ala berfirman :
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا (63) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (64) وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66) وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (67) وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71) وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (72) وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا (73) وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (74) أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا (75) خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (76) قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًا (77) 
63.  Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati ( sifat ke-1) dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.( sifat ke-2)
64.  Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.( sifat ke-3)
65.  Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".( sifat ke-4)
66.  Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
67.  Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir (sifat ke-5), dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
68.  Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah(sifat ke-6) dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (sifat ke-7) (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina (sifat ke-8), barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69.  (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
70.  Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
71.  Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan Taubat yang sebenar-benarnya.
72.  Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu(sifat ke-9), dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.( sifat ke-10)
73.  Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.( sifat ke-11)
74.  Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.( sifat ke-12)
75.  Mereka Itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang Tinggi (dalam syurga) Karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan Ucapan selamat di dalamnya,
76.  Mereka kekal di dalamnya. syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
77.  Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)".
12 karakter ‘Ibadurrohman tersebut adalah :
1.Tawadhu’
Yaitu Mereka jauh dari sifat kesombongan. Apabila mereka berjalan terlihat sikap & sifat kesederhanaan., langkahnya mantap, teratur & tidak dibuat-buat dengan maksud menarik perhatian orang lain.
2. Lapang Dada
Yaitu apabila ada orang yang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau tidak senonoh, mereka tidak membalas dengan kata-kata yang serupa. Tapi mereka menjawabnya dengan ucapan yang baik. Dengan kata lain mereka mudah memaafkan & membalas keburukan dengan kebaikan.
3. Senantiasa Melaksanakan Qiyamul Lail
Mereka senantiasa bangun di malam hari. Serta menghidupkannya dengan ibadah. Berupa sholat, tilawah al-Qur’an, dzikir maupun istighfar.
4. Mengingat Hari Perhitungan
Mereka sadar bahwa siksa Allah yang disediakan untuk orang-orang yang durhaka sungguh sangat pedih. Dari situ memunculkan semangat untuk terus berbuat baik & menjauhi maksiat.
5. Hidupnya Sederhana
Mereka tidak boros & tidak pula kikir. Hidup mereka seimbang.
6. Tidak Menyekutukan Allah
Moto mereka senantiasa menomorsatukan Allah & tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun yang selain-Nya.  karena hal itu merupakan kedzaliman yang besar.
7. Tidak Membunuh
Mereka menjaga amanah yang diberikan oleh Allah untuk dirinya maupun orang lain. Sehingga tidak membunuh diri sendiri ataupun orang dengan tanpa alasan yang haq.
8.Tidak Berzina
Mereka menjaga kemaluannya.  Tidak melakukan hubungan suami isteri di luar nikah (Free Sex).
9. Tidak Bersumpah Palsu
Mereka menjaga lisannya terutama dalam memberikan kesaksian. Tidak berdusta dalam memberikan kesaksian, apalagi atas nama Allah Ta’ala.
10. Mampu Menjauhi Segenap Hal Yang Tidak Bermanfaat
Mereka berusaha menjauhi & meninggalkan segenap hal yang tidak bermanfaat (kurang bermanfaat) baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya
11. Hamalatal al-Qur’an
Mereka senantiasa dekat dengan al-Qur’an. Dengan membaca, menghafal, mentadabburi & mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
12. Memperhatikan & Mendoakan Keluarga
Mereka berusaha menjaga diri & keluarganya dari apa neraka. Dengan cara mendidik & senantiasa mendoakan mereka agar memiliki akhlaq yang mulia.

▪ Ayat Sajdah
Terdapat satu ayat sajdah pada Surah al-Furqon ini, tepatnya pada ayat 60.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman)”. (QS. Al-Furqon :60)

✅ Hadis Yang Terkait
Surah al-Furqon termasuk dalam kelompok surah al-Matsani karena jumlah ayatnya 77. Nabi Saw menegaskan bahwa surah yang termasuk dalam kelompok al-Matsani itu sebanding dengan injil :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 107)
))أعطيت مكان التوراة السبع وأعطيت مكان الزبور المئين وأعطيت مكان الإنجيل المثاني وفضلت بالمفصل ((تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن
“Aku diberikan as-Sab’u ath-Thiwal yang kedudukannya sebanding dengan Taurot. Al-Miun yang kedudukannya sebanding dengan Zabur. Al-Matsani yang kedudukannya sebanding dengan injil. Dan aku diberikan keunggulan dengan al-Mufashshol”.Hr Ahmad, Abu Dawud ath-Thoyalisi, al-Baihaqi & ath-Thobroni.

Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 27 an-Naml

Seri Mengenal al-Qur'an - 28 al-Qosos