Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Kajian Bulanan Masjid Al Irsyad - Pemuda Mandiri

Pemuda-pemuda Mandiri Pendukung Dakwah Nabi, oleh Ust. Budi Ashari, Lc Ada dua kata kunci, yakni pemuda dan mandiri. Al Quran menyebutkan tiga fase manusia, yakni lemah, kuat, lemah dan beruban. Kuat ini tentu masa muda, sehingga tak ada kata lemah, loyo, mudah menyerah dalam masa muda. Rasulullah mengatakan, saya ditolong para pemuda dan dicaci maki orang-orang tua. Ini pelajaran bagi orang-orang tua, bahwa pemuda jangan dihambat. Rata-rata orang-orang tua mati kafir. Itu juga pelajaran buat kita semua, kalau mau bertobat jangan tunggu tua, berat, nanti bisa mati kafir. Kalau mau hijrah, segera, tak perlu menunggu tua. Biasanya anak-anak muda pendiam kepada orang tua karena hormat atau sungkan. Khalifah Umar ketika ada mas@lah meminta pendapat kepada anak-anak muda, bukan orang tua. Padahal orang tua lebih berpengalaman. Tetapi mengapa Umar meminta pendapat anak muda? Jakarta punya masalah banjir, kalau minta pendapat orang tua, pengalaman apa yang mau diambil? Pendapat p...

Cabang-cabang Keimanan - Menjenguk Orang Sakit

Cabang-cabang Keimanan: Perintah menjenguk saudara yang sakit oleh Ust. Bahrul Ulum, MPI Rasulullah bersabda, riwayat Ibnu Hazm. Rasulullah memerintahkan para sahabat dengan 7 perkara dan melarang kami dari 7 perkara: menjenguk orang sakit, mengiringi jenzah, mendoakan orang yang bersin, memenuhi sumpah, menolong orang yang terdzalimi, memenuhi undangan, dan membalas salam. Beliau melarang kami menggunakan cincin emas, minum dengan wadah perak, memakai alas duduk dari sutra tebal dan sutra terbaik. Dalam hukum islam ada nas-nas umum, ada taksisnya. Taksisnya adalah larangan itu bagi laki-laki. Orang yang menjenguk orang sakit itu ibarat orang yang memetik buah surga hingga ia kembali. Ulama mengatakan, menjenguk orang sakit tidak memilih-milih, baik orang shalih maupun orang maksiat, karena tidak ada hadis yang mentaksis hanya untuk orang yang shalih. Kajian ushul fiqh jika mengambil hanya dari satu sisi, akan menghasilkan kesimpulan yang kurang, sebagaimana munculnya perbedaan p...

Sirah Khulafaur Rasyidin - Umar bin Khattab (1)

Sirah Khulafaur Rasyidin - Umar bin al Khattab oleh Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc Di masa Abu Bakar, Islam sudah tersebar di jazirah Arab. Nabi Palsu ditumpas, orang-orang murtad diperangi, kewajiban-kewajiban Islam ditegaskan. Sebelum wafat, beliau menunjuk penggantinya dengan jelas ke Umar bin Khattab. Seluruh Sahabat menyetujui keputusan Abu Bakar tanpa mencelanya sama sekali. Di zaman Umar, banyak terjadi kemenangan. Umar memimpin Islam selama 10 tahun dan bisa dikategorikan sebagai zaman keemasan Islam. Di zamannya, Persia tumbang, Romawi tumbang hingga melarikan diri ke Konstantinopel dari Syam. Afrika mulai ditaklukkan melalui Mesir. Tak perlu waktu yang lama setelah wafatnya Rasulullah. Mengapa bisa menaklukkan kedua kekuatan terbesar saat itu? Umar memiliki pasukan terbaik yang pernah ada. Pasukan terbaik itu adalah para sahabat, hingga terpuji di langit dan bumi, tercantum dalam Al Quran, kuntum khairu ummah". Termasuk sebab-sebabnya adalah Umar membuat keputusan-kepu...

Fiqh Shalat - Dari Berdiri hingga Duduk Iftirasy

Fiqh Shalat, oleh Ust. H. Mas Ahmad Muhammad, M.PdI Bismillah Selama masih dalam koridor rukun islam yang sama, kita masih bisa menerima perbedaan. Imam Al Baihaqi mengatakan, ngelem orang yang mestinya dicaci itu salah, apalagi mencaci orang yang mestinya dilem. Mengislamkan orang yang kafir itu salah, apalagi mengkafirkan orang Islam. Selama dalam koridor rukun Islam yang sama, jargan terpancing dengan hal demikian. Laa ilaaha illaallaah, itu kunci surga. Tapi bukan berarti kita tak perlu membaca Al Quran, shalat, zakat. Kunci motor saya tidak bisa menyalakan motor njenengan, padahal sama-sama kunci. Mengapa bisam-seperti itu? Karena ada gigi-gigi pada kunci. Begitu pula pada laa ilaaha illallaah, kuncinya sama, tapi perlu memahami gigi-gigi pada kunci tersebut. Aua shalat, zakat, puasa, dan seterusnya. --- Semua ulama sepakat bahwa niat berada pada hati. Ulama berbeda pada hal talafuz, melafazkan niat. Imam Syafi'i mewajibkan melafalkan niat untuk memantapkan niat ter...