Sirah Khulafaur Rasyidin - Umar bin Khattab (1)

Sirah Khulafaur Rasyidin - Umar bin al Khattab oleh Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc

Di masa Abu Bakar, Islam sudah tersebar di jazirah Arab. Nabi Palsu ditumpas, orang-orang murtad diperangi, kewajiban-kewajiban Islam ditegaskan. Sebelum wafat, beliau menunjuk penggantinya dengan jelas ke Umar bin Khattab. Seluruh Sahabat menyetujui keputusan Abu Bakar tanpa mencelanya sama sekali.

Di zaman Umar, banyak terjadi kemenangan. Umar memimpin Islam selama 10 tahun dan bisa dikategorikan sebagai zaman keemasan Islam. Di zamannya, Persia tumbang, Romawi tumbang hingga melarikan diri ke Konstantinopel dari Syam. Afrika mulai ditaklukkan melalui Mesir. Tak perlu waktu yang lama setelah wafatnya Rasulullah.

Mengapa bisa menaklukkan kedua kekuatan terbesar saat itu? Umar memiliki pasukan terbaik yang pernah ada. Pasukan terbaik itu adalah para sahabat, hingga terpuji di langit dan bumi, tercantum dalam Al Quran, kuntum khairu ummah". Termasuk sebab-sebabnya adalah Umar membuat keputusan-keputusan dalam masyarakat untuk menyebarkan keadilan dan memantau umatnya langsung, berkeliling di malam hari. Di antara keputusan beliau dalam kehidupan adalah melarang ada yang masuk ke dalam pasar kecuali orang yang faqih, agar tidak berlaku kecurangan dalam perniagaan. Di antara keputusan itu adalah melarang mencampur susu dengan air. Setelah membuat keputusan tersebut, Umar meneliti bagaimana masyarakat menerapkannya. Tercatat kisah masyhur, Umar menemui rumah penjual susu yang hidup bersama ibunya.

Alkisah, Umar merekomendasikan anaknya, 'Ashim untuk menikah dengannya. Pernikahan itu menghasilkan Umar bin Abdul 'Aziz, pemimpin Islam yang mengembalikan kejayaan Islam hingga tersebar ke Spanyol.

Gambaran betapa tersebarnya keadilan pada masa itu, dikisahkan pertemuan utusan Persia dengan Umar. Saat itu utusan menanyakan dimana bisa bertemu dengan pemimpin yang berhasil menaklukkan Persia, kala itu Persia belum ditaklukkan. Ia mendapati informasi bahwa Umar tidak memiliki istana. Utusan itu penasaran, minta ditunjukkan di mana tempatnya. Akhirnya, bertemulah utusan itu dengan Umar. Ia pun terkejut melihat Umar tidur di bawah pohon tanpa penjagaan satu pun.

Hudzaifah Al Azmi merupakan sahabat Nabi yang berbeda dengan sahabat-sahabat lainnya. Apabila sahabat pada umumnya bertanya kepada Rasulullah perkara-perkara baik, maka Hudzaifah Al Azmi menanyakan hal-hal yang buruk. Beliau menanyakan fitnah-fitnah yang terjadi pada kaum Muslim, hingga Rasulullah memberitahukan siapa orang-orang munafik di antara para sahabat. Mengetahui hal tersebut, Umar pada masanya pun seringkali menuntut apakah dirinya termasuk dalam daftar munafik. Karena merasa risih, Hudzaifah menjawab singkat, "Kamu tidak termasuk"



Nashab:
Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul 'Uzza bin ... Quraisy

Istri:
-Zainab
-‎Mulaikah bintu Jarwal
-‎Ummu Hakim bintu Al Haris
-‎Atikah bintu Zaid
-‎Ummu Kultsum binti Ali bin Abi Thalib
-‎Jamilah binti 'Ashim
-‎Qoribah binti Umayyah

Ini adalah bantahan bahwa Umar membenci dan mendzolimi Ali. Syiah menganggap pernikahan Umar dengan putrinya adalah terpaksa. Bagaimana bisa terpaksa, padahal Syiah menganggap Ali adalah maksum?

Mengapa Umar menikahi 7? Sebagian istri-istri beliau meninggal terlebih dulu

Putra:
-Zaid al Akbar
-‎Zaid al Asghar
-‎'Ashim
-‎Abdullah
-‎Abdurrahman al Akbar
-‎Abdurrahman al Ausaq
-‎Abdurrahman al Asghar
-‎Ubaidullah
-‎Iyadh

Putri:
-Hafsah, istri Rasulullah
-‎Ruqayyah
-‎Zainab
-‎Fatimah

Keislamannya:
-senantiasa dalam keperkasaan Islam ketika masuk dalam Islam, setelah tiga hari masuknya Hamzah. Masuknya Umar dalam Islam membawa perubahan metode dakwah dari sembunyi-sembunyi ke terang-terangan

Magrib, Masjid Ahmad Yani depan PENS
2 Oktober 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun

Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur