Fiqh Shalat - Dari Berdiri hingga Duduk Iftirasy

Fiqh Shalat, oleh Ust. H. Mas Ahmad Muhammad, M.PdI

Bismillah

Selama masih dalam koridor rukun islam yang sama, kita masih bisa menerima perbedaan. Imam Al Baihaqi mengatakan, ngelem orang yang mestinya dicaci itu salah, apalagi mencaci orang yang mestinya dilem. Mengislamkan orang yang kafir itu salah, apalagi mengkafirkan orang Islam. Selama dalam koridor rukun Islam yang sama, jargan terpancing dengan hal demikian.

Laa ilaaha illaallaah, itu kunci surga. Tapi bukan berarti kita tak perlu membaca Al Quran, shalat, zakat. Kunci motor saya tidak bisa menyalakan motor njenengan, padahal sama-sama kunci. Mengapa bisam-seperti itu? Karena ada gigi-gigi pada kunci. Begitu pula pada laa ilaaha illallaah, kuncinya sama, tapi perlu memahami gigi-gigi pada kunci tersebut. Aua shalat, zakat, puasa, dan seterusnya.

---

Semua ulama sepakat bahwa niat berada pada hati. Ulama berbeda pada hal talafuz, melafazkan niat. Imam Syafi'i mewajibkan melafalkan niat untuk memantapkan niat tersebut. Contoh, tidak semua orang yang pergi ke masjid untuk melakukan amal baik, ada yg berniat mengambil sambal.

Kedua, berdiri bagi yang mampu.

Ketiga, takbiratul ikhram. Ada banyak takbir, pakai yang mana? Rasulullah mempraktikkan takbiratul ikhram (shahih) dengan 2 cara: sejajar dengan pundak dan sejajar dengan telinga. Apabila ada yang berbeda, jangan dimarahi. Dia belum banyak belajar fiqhnya.

Lalu, dimana meletakkan tangannya? Rasulullah mempraktikkan 4 cara. Syafi'iyah ada dua cara, pertama antara dada dan pusar. Kedua, agak miring ke kiri karena menaruh pada hati. Malikiyah meletakkan tangan pada dada, agak keatas. Hanifiyah dan Hanabilah meletakkan tangan di pusar.

Tanya jawab:
Bolehkah membawa mushaf saat shalat? Syafi'iyah tidak memperbolehkan bergerak di luar gerakan shalat melebihi 3 kali. Sementara di luar Syafi'iyah boleh.

Lanjut
Ke empat, membaca surah Al Fatihah. Lalu bagaimana dengan baca basmalah? Tidak terdengar bacaan basmalah bukan berarti tidak membaca basmalah. Malikiyah mensirrkan bacaan basmalah. Hanya saja, perlu diperhatikan apakah ada jeda antara takbir dengan hamdalah. Jika jeda jeda, berarti dia membaca basmalah secara perlahan.

Ke lima, rukuk dengan tuma'ninah. Ruku dilakukan dengan meluruskan tulang belakang.

Ke enam, sujud dengan tuma'ninah. Ada 7 anggota badan yang wajib menyentuh lantai: kedua jari2 kaki, keua lutut, kedua telapak tangan, dan kening. Bacaannya subhana rabbiyal a'la wabihamdih.

Ke tujuh, duduk iftirasy. Kata iftirasy terdiri memiliki huruf fa ra sya yang berarti lemeh. Hanya saja, jari-jari kaki kanan tidak harus berdiri, bergantung dengan kondisi kesehatan yang shalat. [apt]

Magrib, Masjid Al Hikmah Wonorejo
1 Oktober 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun

Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur