Seri Mengenal al-Qur'an - 26 asy-Syu'aro'



بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-26, Jum’at, 7 September 2018 M/26  Dzul  Hijjah 1439 H.

SMQ 26 : asy-Syu’aro’

✅ Sebab Penamaan
Dinamakan asy-Syu’aro’ yang berarti para penyair, kata ini terdapat pada ayat 224.
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ (224) [الشعراء : 224]
“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat”
Ayat di atas menyebutkan kedudukan para penyair, sebab mereka memiliki sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para Rosul. Mereka diikuti oleh orang-orang sesat. Mereka suka memutarbalikkan fakta & tidak punya pendirian serta perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Semua sifat ini pasti tidak terdapat pada diri para Rosul. Alloh Ta’ala menurunkan surah ini untuk membantah kaum musyrik yang menganggap Nabi Muhammad Saw sebagai penyair & yang dibawanya (al-Qur’an) adalah bagian dari Syair. Al-Qur’an adalah wahyu Alloh bukan buatan manusia.
Surah ini sangat populer ketika itu karena mengandung kecaman terhadap para penyair (asy-Syu’aro’). Pada masa turunnya al-Qur’an mereka mendapat tempat yang sangat terhormat. Mereka ketika itu diserupakan dengan media massa dewasa ini yang dapat memperluas informasi, mengangkat derajat seseorang atau masyarakat tertentu atau mendiskreditkannya (Prof. Quraish Shihab, Tafsir al-Lubab, 2/670)

✅ Nama-nama lain :
Di antara nama-nama lain surah asy-Syu’aro’ adalah :
1. Surah Tho Sin Mim. Karena surah ini diawali dengan ketiga huruf itu.
2. Surah al-Jami’ah. Artinya yang menghimpun. Karena surah ini adalah surah pertama yang menghimpun uraian tentang Rosul-Rosul pembawa Syari’at sampai dengan syari’at yang dibawa oleh Rosul.

✅ Tergolong Surah Makiyyah
(Turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah)

✅ Termasuk Surah al-Mi’un
(Surah yang jumlah ayatnya mencapai ratusan).

✅ Lokasi : Pada Juz 19

✅ Jumlah Ayat 227

✅ No Urut 26 dalam Mushaf

✅ Turun setelah surah al-Waqi’ah

✅ Isi Pokok Suroh asy_Syu’aro’ :
1. Keimanan :
Jaminan Alloh akan kemenangan perjuangan & keselamatan para Rosul-Nya. Al-Qur’an benar-benar wahyu Alloh yang diturunkan ke dunia melalui Malaikat Jibril AS (Ruhul Amin). Hanya Alloh yang wajib disembah.
2. Hukum-Hukum :
Keharusan menyempurnakan takaran & timbangan. Larangan menggubah syair yang berisi caci maki, khurofat & kebohongan.
3. Kisah-Kisah:
Kisah Nabi Musa dengan Fir’aun. Kisah Nabi Ibrohim, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Sholih, dan Nabi Luth dengan kaum mereka masing-masing. Serta kisah Nabi Syu’aib dengan penduduk Aikah.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Nabi Muhammad Saw tidak perlu bersedih hati atas keingkaran kaum musyrikin (Ayat 1-9)
🔅  Ajakan Nabi Musa kepada Fir’aun (Ayat 10-22)
🔅 Dialog antara Musa & Fir’aun (Ayat 23-31)
🔅 Nabi Musa memperlihatkan mukjizatnya di hadapan Fir’aun & kaumnya (Ayat 32-37)
🔅 Nabi Musa AS mengalahkan para pesihir Fir’aun (Ayat 38-51)
🔅 Nabi Musa penyelamat Bani Isroil & kebinasaan Fir’aun (Ayat 52-68)
🔅 Kisah Nabi Ibrohim (Ayat 69-82)
🔅 Doa Nabi Ibrohim (Ayat 83-89)
🔅 Penyesalan penghuni neraka (Ayat 90-104)
🔅 Kisah Nabi Nuh & kaumnya (Ayat 105-132)
🔅 Kisah Nabi Hud & kaumnya (Ayat 133-140)
🔅 Kisah Nabi Sholih & kaumnya (Ayat 141-159)
🔅 Kisah Nabi Luth & kaumnya (Ayat 160-175)
🔅 Kisah Nabi Syu’aib & kaumnya (Ayat 176-191)
🔅 Al-Qur’an wahyu dari Alloh (Ayat 192-202)
🔅 Adzab bagi orang yang mengingkari peringatan Alloh (Ayat 204-212)
🔅 Dakwah kepada kerabat dekat (Ayat 213-220)
🔅 Peringatan kepada para penyair (Ayat 221-227)

✅ Tujuan Utama :
Menunjukkan kesatuan pokok-pokok dasar dakwah seluruh Rosul yang diutus kepada umat manusia. Serta secara khusus ketika itu bertujuan menghibur Nabi Muhammad Saw atas pembangkangan kaum musyrik Makkah.

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah asy-Syu’aro’ dengan Surah al-Furqon. Masing-masing surah ini dimulai dengan keterangan dari Alloh Ta’ala bahwa al-Qur’an adalah petunjuk bagi alam semesta & membedakan yang haq dengan yang bathil, lalu ditutup dengan ancaman kepada orang-orang yang mendustakannya.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh asy-Syu’aro’:
▪ Terbanyak Kedua
Surah asy-Syu’aro’ merupakan surah kedua dari segi banyaknya jumlah ayat (227 ayat) setelah surah al-Baqoroh (286 ayat). Namun demikian, surah ini bukan surah terpanjang kedua bahkan banyak surah yang lebih panjang. Hal ini dikarenakan meskipun jumlah ayatnya banyak tapi kalimat yang digunakan dalam setiap ayat itu singkat-singkat.

▪ Lafadz asy-Syu’aro’
Dalam al-Qur’an lafadz asy-Syu’aro’ (الشعراء) hanya disebut sekali saja. Yaitu pada QS asy-Syu’aro’ ayat  224.

▪ Penyair Islami
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir at-Tobari & Ibnu Abi Syaibha bahwa tatkala ayat di atas turun (QS asy-Syu’aro’ ayat 224-226). Datanglah Hassan bin Tsabit, Abdulloh bin Rowah{ah & Ka’an bin Malik menghadap Rosululloh. Mereka dalam keadaan menangis  & menyesali diri karena mereka termasuk para penyair. Maka Rosululloh Saw membacakan ayat ini (asy-Syua’aro’ : 227) kepada mereka.
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ (227)  [الشعراء : 227]
227. kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (QS asy-Syu’aro’)
Dengan demikian berdasar ayat 224 sampai dengan 227 di atas ada penyair yang dicela oleh Alloh. Namun ada pula para penyair yang baik. Ayat 227 menerangkan sifat-sifat para penyair yang baik yaitu :
1. Beriman kepada Alloh
2. Beramal Sholih
3. Menyebut & mengagungkan nama Alloh, sehingga menambah kemantapan imannya kepada kebesaran & keesaan-Nya.
4. Mendorong orang-orang yang beriman untuk berjihad, menegakkan agama Alloh, melepaskan diri dari penganiayaan orang-orang yang memusuhi mereka & agamanya (al-Qur’an & Tafsirnya, Kementrian agama RI, Jilid 7/164)
Berikut ini terdapat pula riwayat tentang apresiasi Nabi terhadap syair. Tentu syair yang mendorong semangat orang lain untuk berbuat baik & mengandung butir-butir hikmah, nasehat & pelajaran. Sebuah riwayat dari Amr bin asy-Syarid :
صحيح مسلم ـ مشكول وموافق للمطبوع - (7 / 48)
عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَدِفْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا فَقَالَ « هَلْ مَعَكَ مِنْ شِعْرِ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِى الصَّلْتِ شَيْئًا ». قُلْتُ نَعَمْ قَالَ « هِيهِ ». فَأَنْشَدْتُهُ بَيْتًا فَقَالَ « هِيهِ ». ثُمَّ أَنْشَدْتُهُ بَيْتًا فَقَالَ « هِيهِ ». حَتَّى أَنْشَدْتُهُ مِائَةَ بَيْتٍ.
Dari ‘Amr bin Syarid dari bapaknya ia berkata : “Pada suatu hari aku memboncengkan Rosululloh, maka beliau menanyakan kepadaku. ((Apakah engkau hafal beberapa bait syair Umayyah bin Abi Sholt?)). Aku menjawab : “Ada”. Rosululloh bersabda : ((Bacalah segera)). Maka aku membacakan satu bait. Rosululloh bersabda lagi : ((Bacalah segera)). Maka aku membacakannya satu bait lagi. Rosululloh bersabda : ((Lanjutkanlah)). Maka aku melanjutkannya hingga seratus bait. (Hr Muslim)

✅ Hadis Yang Terkait
Surah asy-Syu’aro’ termasuk dalam kelompok surah al-Mi’un karena jumlah ayatnya 227 tapi dengan redaksi yang singkat. Nabi Saw menegaskan bahwa surah yang termasuk dalam kelompok al-Mi’un itu sebanding dengan Zabur :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 107)
))أعطيت مكان التوراة السبع وأعطيت مكان الزبور المئين وأعطيت مكان الإنجيل المثاني وفضلت بالمفصل ((تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن
“Aku diberikan as-Sab’u ath-Thiwal yang kedudukannya sebanding dengan Taurot. Al-Miun yang kedudukannya sebanding dengan Zabur. Al-Matsani yang kedudukannya sebanding dengan injil. Dan aku diberikan keunggulan dengan al-Mufashshol”.Hr Ahmad, Abu Dawud ath-Thoyalisi, al-Baihaqi & ath-Thobroni.

Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun

Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur