Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur



بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-24, Rabu, 5 September 2018 M/24 Dzul Hijjah 1439 H.

SMQ 24 : an-Nur
✅ Sebab Penamaan
Dinamakan an-Nur yang berarti cahaya. Di ambil dari kata “an-Nur” yang terdapat pada ayat 35 surah ini.
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (35) [النور : 35]
35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) Hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
(QS an-Nur : Ayat 35)

Pada ayat tersebut, Alloh Ta’ala menjelaskan tentang nur ilahi, yakni al-Qur’an yang mengandung berbagai petunjuk. Petunjuk-petunjuk Alloh itu merupakan cahaya yang terang benderang yang menerangi alam semesta.
Ada pula yang mengatakan bahwa dinamakan an-Nur karena surah ini memancarkan cahaya ketuhanan yang berupa disyari’atkannya berbagai hukum, adab & keutamaan manusia. Di mana semua ini merupakan pantulan dari cahaya & rohmat Alloh Ta’ala kepada hamba-Nya.

✅ Tergolong Surah Madaniyyah
(Turun setelah periode Hijrah Nabi Ke Madinah)

✅ Termasuk Surah al-Matsani
(Surah yang jumlah ayatnya kurang dari seratus & bukan termasuk al-Mufashshol).

✅ Lokasi : Pada Juz 18

✅ Jumlah Ayat 64

✅ No Urut 24 dalam Mushaf

✅ Turun setelah surah al-Hasyr

✅ Isi Pokok Suroh an-Nur : 
1. Keimanan :
Kesaksian lidah, anggota-anggota tubuh lainnya atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat. Hanya Alloh yang menguasai langit & bumi. Kewajiban rosul hanyalah menyampaikan agama Alloh. Iman merupakan dasar dari diterimanya amal ibadah.
2. Hukum-Hukum :
Hukum-hukum sekitar masalah zina, tuduhan berzina terhadap perempuan baik-baik, li’an & tata cara pergaulan di luar & di dalam rumah tangga.
3. Kisah-Kisah:
Cerita tentang berita bohong terhadap ummul mukminin ‘Aisyah ra.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅Hukum-hukum Alloh wajib dijalankan (Ayat 1)
🔅Zina & Hukumnya (Ayat 2-3)
🔅Hukuman menuduh orang berzina (Ayat 4-5)
🔅Hukum Li’an (Ayat 6-10)
🔅Fitnah terhadap Ibunda ‘Aisyah ra (Ayat 11-14)
🔅Cara tersebarnya berita bohong & Cara menyetopnya (Ayat 15-20)
🔅Muslihat setan dalam penyebaran berita bohong (Ayat 21)
🔅Tidak boleh bersumpah tidak akan membantu family karena berbuat salah (Ayat 22)
🔅Penuduh perempuan baik-baik & kesaksian anggota tubuh di akhirat (Ayat 23-25)
🔅Bebasnya Ibunda ‘Aisyah ra dari tuduhan (Ayat 26)
🔅Adab memasuki rumah orang lain (Ayat 27-29)
🔅Tata krama pergaulan antara laki-laki & perempuan (Ayat 30-31)
🔅Anjuran untuk menikah (Ayat 32-34)
🔅Alloh Pemberi cahaya bagi langit & bumi (Ayat 35)
🔅Orang yang mendapat pancaran Nur Ilahi (Ayat 36-38)
🔅Orang yang tidak memperoleh pancaran Nur Ilahi (Ayat 39-40)
🔅Dalil-dalil kekuasaan Alloh (Ayat 41-46)
🔅Perbedaan sikap orang munafiq dengan orang mukmin (Ayat 47-54)
🔅Alloh menjanjikan kekuasaan kepada orang beriman & beramal sholih (Ayat 55-57)
🔅Tata krama pergaulan dalam rumah tangga (Ayat 58-60)
🔅Tidak ada halangan bagi seorang muslim yang cacat, makan di rumah kaum kerabatnya (Ayat 61)
🔅Ada pergaulan orang Mukmin dengan Rosululloh Saw (Ayat 62-64)

✅ Tujuan Utama :
yaitu lahirnya masyarakat yang kuat, bersih, yang tercermin dalam pelaksanaan tuntunan surah ini.

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah an-Nur dengan Surah Al-Mu’minun. Pada bagian permulaan surah al-Mu’minun disebutkan bahwa salah satu tanda orang beriman adalah ia menjaga kemaluannya. Sedangkan permulaan surah an-Nur menetapkan hukum bagi orang yang tidak menjaga kemaluannya, yaitu berzia. Juga menetapkan hukuman bagi orang yang menuduh orang lain berbuat zina. Juga terdapat perintah menjaga mata dari hal-hal yang bisa mengarah pada zina.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh an-Nur:
▪ Al-Asma’ al-Husna
Surah An-Nur (النور) merupakan salah satu surah yang menggunakan nama-nama Alloh yang indah (al-Asma’ al-Husna). Al-Asma’ al-Husna lainnya yang digunakan sebagai nama surah di antaranya adalah Surah ke-40, al-Mu’min/al-Ghofir & Surah ke-55, ar-Rohman.
Alloh an-Nur artinya Alloh Maha Pemilik Cahaya. Dia adalah Dzat yang menerangi bumi & langit serta memberi petunjuk kepada penghuni keduanya.
Ibnu ‘Arobi mengemukakan 6 pendapat ulama tentang makna Nur yang menjadi sifat Alloh, yaitu :
1. Pemberi Hidayah
2. Pemberi Cahaya
3. Penghias
4. Yang Dhohir (nampak dengan jelas)
5. Pemilik Cahaya
6. Cahaya (tetapi bukan seperti cahaya yang dikenal manusia).

“Cahaya” Alloh dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. “Cahaya” Alloh disusupkan ke dalam sanubari para hamba-Nya. “Cahaya” bisa berupa pengetahuan, kecintaan, keimanan & dzikrulloh. Semuanya berfungsi sebagai pelita dalam kehidupan.
(Dr M. Syafi’I Antonio,Asmaul Husna For Succes in Business & Life, 426)

Di antara munajat yang bisa kita baca agar mendapat “Cahaya”-Nya adalah:
يا نور نور قلوبنا بهدايتك
“Wahai Dzat Yang Maha Pemilik Cahaya, sinari hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu”

▪ Etika Sosial
Surah an-Nur adalah surah etika sosial. Artinya surah yang mengupas urusan rumah tangga, tata cara menjaga etika relasi antara individu, tata cara mencapai kondisi harmonis di dalam masnyarakat & tata cara membersihkan masyarakat dari kerusakan & kekejian.
Pada surah ini dijelaskan :
✨Tata cara minta izin yaitu pada ayat 27-28, 58,59.
✨Menahan pandangan yaitu pada ayat 30-31
✨Menikahkan pemuda yaitu pada ayat 32
✨Larangan pelacuran yaitu pada ayat 33
✨Perintah Menutup aurot yaitu pada ayat 31
✨Larangan menyebarkan kekejian yaitu pada ayat 19, 23 & 24.

▪ Jelas & Menjelaskan
Kata Bayyinat( بينات), penjelasan & “Ayaatin Mubayyinaatin” (ايات مبينات), ayat-ayat yang menjelaskan terulang sebanyak 9 kali dalam surah ini. Ini menunjukkan bahwa hukum-hukum yang terdapat dalam surah ini akan memberi petunjuk bagi kaum mukmin & menjelaskan jalan kebenaran bagi mereka.(Syekh Amru Kholid, Khowatir Qur'aniyyah, Nadhrot fi Ahdaf Suwar al-Qur'an, hal. 359)

▪ Orang Baik Akan Mendapatkan Pasangan Yang Baik
Satu hal yang membedakan surah ini dengan surah lainnya adalah adanya cerita bohong (Haditsul Ifki).
Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah s.a.w. 'Aisyah r.a. Ummul Mu'minin, setelah perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya'ban 5 H. Perperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula 'Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. 'Aisyah ra keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa 'Aisyah ra masih ada dalam sekedup. setelah 'Aisyah ra mengetahui, sekedupnya sudah berangkat dia duduk di tempatnya dan mengaharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Akhirnya, lewat ditempat itu seorang sahabat Nabi, Shafwan Ibnu Mu'aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, isteri Rasul!" 'Aisyah ra terbangun. lalu dia dipersilahkan oleh Shafwan mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut Pendapat masing-masing. mulailah timbul desas-desus. kemudian kaum munafik membesar- besarkannya, Maka fitnahan atas 'Aisyah r.a. itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.

Ayat ke-11 dari surah ini membebaskan ibunda Aisyah ra dari tuduhan keji tersebut:
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ (11) [النور : 11]
11. Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang dikerjakannya. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar
(QS an-Nur : Ayat 11)
Ayat berikut ini juga menegaskan bahwa Rosululloh adalah laki-laki yang paling baik maka tentulah istri belaiu adalah perempuan yang paling baik pula. Maka jelas tuduhan kepada ibunda ‘Aisyah ra hanyalah fitnah semata.

Alloh Ta’ala berfirman:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (26) [النور : 26]
26. wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)
(QS an-Nur : Ayat 26).

✅ Hadis Yang Terkait
Surah an-Nur termasuk dalam kelompok surah al-Matsani. Nabi Saw menegaskan bahwa surah yang termasuk dalam kelompok al-Matsani itu sebanding dengan injil :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 107)
))أعطيت مكان التوراة السبع وأعطيت مكان الزبور المئين وأعطيت مكان الإنجيل المثاني وفضلت بالمفصل ((تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن
“Aku diberikan as-Sab’u ath-Thiwal yang kedudukannya sebanding dengan Taurot. Al-Miun yang kedudukannya sebanding dengan Zabur. Al-Matsani yang kedudukannya sebanding dengan injil. Dan aku diberikan keunggulan dengan al-Mufashshol”.Hr Ahmad, Abu Dawud ath-Thoyalisi, al-Baihaqi & ath-Thobroni.

Begitu agungnya surah an-Nur ini, hingga terdapat pula riwayat dari Shohabat Umar ra. Bahwa beliau memerintahkan penduduk Kufah :
صفوة التفاسير ـ للصابونى - (2 / 244)
كتب أمير المؤمنين عمر بن الخطاب الى اهل الكوفة يقول لهم : علموا نساءكم سورة النور
“Ajarilah isteri-isteri kalian surah an-Nur ini”.

Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun