Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun



بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-23, Selasa, 4 September 2018 M/23 Dzul Hijjah 1439 H.


SMQ 23 : al-Mukminun

✅ Sebab Penamaan
Dinamakan al-Mu’minun (orang-orang beriman) karena permulaan surah ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang dapat menyebabkan mereka mendapat keberuntungan di akhirat & ketentraman di dunia.

✅ Tergolong Surah Makiyyah
(Turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah)

✅ Termasuk Surah al-Mi’un
(Surah yang jumlah ayatnya mencapai ratusan).

✅ Lokasi : Pada Juz 18

✅ Jumlah Ayat 118

✅ No Urut 23 dalam Mushaf

✅ Turun setelah surah al-Anbiya’

✅ Isi Pokok Suroh al-Mu’minun :
1. Keimanan :
Kepastian datangnya hari kebangkitan & hal-hal yang terjadi pada hari kiamat. Alloh tidak memerlukan anak atau sekutu.
2. Hukum-Hukum :
Manusia dibebani sesuai dengan kesanggupannya. Rosul-rosul semuanya menyuruh manusia makan makanan yang halal lagi baik. Pokok-pokok agama yang dibawa para Nabi adalah sama, hanya syariatnya yang berbeda-beda.
3. Kisah-Kisah:
Kisah Nabi Nuh AS. Kisah Nabi Hud AS. Kisah Nabi Harun AS & Kisah Nabi Isa AS.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅Keberuntungan orang-orang mukmin (Ayat 1-11)
🔅Perkembangan kejadian manusia & kehidupan di akhirat (Ayat 12-16)
🔅Tanda-tanda kekuasaan Alloh (Ayat 17-20)
🔅Hewan ternak sebagai nikmat Alloh yang wajib disyukuri (Ayat 21-22)
🔅Kisah Nabi Nuh AS (Ayat 23-30)
🔅Kisah Nabi Hud AS (Ayat 31-41)
🔅Kisah Kaum Nabi Sholih, Nabi Luth & Nabi Syuaib (Ayat 42-44)
🔅Kisah Nabi Musa & Nabi Harun AS (Ayat 45-49)
🔅Kisah Nabi Isa AS (Ayat 50)
🔅Agama yang dibawa para Rosul adalah satu (Ayat 51-56)
🔅Sifat-sifat muslim yang ikhlas (Ayat 57-61)
🔅Kewajiban menjalankan agama sebatas kemampuan (Ayat 62)
🔅Teguran keras terhadap orang-orang kafir (Ayat 63-70)
🔅Adzab yang diancamkan kepada orang kafir (Ayat 71-77)
🔅Dalil-dalil yang menunjukkkan kekuasaan Alloh (Ayat 78-80)
🔅Keingkaran orang-orang kafir terhadap hari kebangkitan (Ayat 81-83)
🔅Sanggahan terhadap pendirian orang kafir tentang hari kebangkitan (Ayat 84-90)
🔅Sanggahan terhadap orang kafir bahwa Alloh mempunyai anak & sekutu (Ayat 91-92)
🔅Beberapa doa & petunjuk yang diajarkan Alloh kepada Nabi Muhammad (Ayat 93-100)
🔅Kedahsyatan hari kiamat (Ayat 101-111)
🔅Alloh menciptakan manusia tidak main-main (Ayat 112-118)

✅ Tujuan Utama :
Mengajak manusia menghiasi diri dengan keimanan demi meraih kemenangan & kebahagiaan di dunia & akhirat.

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Mu’minun dengan Surah al-Hajj. Pada surah al-Hajj terdapat perintah bagi orang mu’min agar mendirikan sholat, menunaikan zakat & mengerjakan berbagai macam kebaikan agar meraih keberuntungan. Sedangkan pada permulaan surah al-Mu’minun ini ditegaskan bahwa jika seorang mukmin benar-benar mengerjakan perintah-perintah Alloh & menjauhi larangan-Nya maka ia akan mendapat keberuntungan bahkan berhak mewarisi surga Firdaus.
Kedua surah ini juga sama-sama mengemukakan tentang penciptaan manusia, perkembangan kejadian & kehidupan. Serta menjadikan semua itu sebagai bukti adanya hari kebangkitan.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Mu’minun:
▪ Tujuh Karakter Mu’min Pewaris Surga Firdaus
Suatu ketika Ibunda Aisyar ra ditanya oleh para Shohabat :
المستدرك على الصحيحين للحاكم مع تعليقات الذهبي في التلخيص - (2 / 426)
3481 - أخبرنا أحمد بن سهل الفقيه ببخارى ثنا قيس بن أنيف ثنا قتيبة بن سعيد ثنا جعفر بن سليمان عن أبي عمران عن يزيد بن بابنوس قال : قلنا لعائشة رضي الله عنها : يا أم المؤمنين كيف كان خلق رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ قالت : كان خلق رسول الله صلى الله عليه و سلم القرآن ثم قالت : تقرأ سورة المؤمنين اقرأ : { قد أفلح المؤمنون } حتى بلغ العشر فقالت : هكذا كان خلق رسول الله صلى الله عليه و سلم
هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه .تعليق الذهبي قي التلخيص : صحيح
“Wahai ummul mukminin. Bagaimanakah akhlaq Rosululloh Saw ?”. Ibunda ‘Aisyah ra menjawab : ((Akhlaq Rosululloh Saw adalah al-Qur’an)). Beliau kemudian berkata : “Engkau baca Surah al-Mu’minun. Bacalah : { قد أفلح المؤمنون } hingga sampai sepuluh ayat (berikutnya). Beliau lantas berkata : ((Begitulah akhlaq Rosululloh Saw)). (HR. Al-Hakim)

Sekarang mari kita cermati tujuh karakter utama mu’min yang juga merupakan cerminan akhlaq luhur Rosululloh Saw pada permulaan surah al-Mu’minun ini.
بسم الله الرحمن الرحيم
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9) أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ (10) الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (11) [المؤمنون : 1 - 11]
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
10. mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. mereka kekal di dalamnya.
(QS al-Mu’minun : Ayat 1-11)

Ayat 2 sampai ayat 9 menguraikan tujuh sifat orang mu’min yang mantap imannya, yaitu :
1. Khusyu’ dalam sholatnya, yakni tenang & melaksanakannya dengan penuh perhatian.
2. Menjauhkan diri secara lahir & bathin dari Laghwu (hal yang tidak wajar/tidak berfaedah)
3. Melakukan penyucian jiwa & harta, antara lain dengan zakat & infaq
4. Memelihara alat kelamin sehingga tidak menyentuh, kecuali istri & budak-budak perempuan mereka. (Ayat ini turun ketika perbudakan masih banyak. Islam secara bertahap menghapusnya & kini perbudakan secara resmi tidak lagi direstui, bukan saja oleh Islam, tetapi juga masyarakat internasional).
5. Memelihara, menunaikan & melaksanakan secara sungguh-sungguh amanat-amanat yang mereka terima.
6. Memelihara secara sungguh-sungguh janji & komitmen mereka (termasuk waktu yang telah disepakati)
7. Memperhatikan pelaksanaan aneka sholat pada waktu-waktunya. Khususnya yang wajib, serta memelihara pula rukun,wajib & Sunnahnya. (Prof Quraish Shihab, Tafsir al-Lubab, 2/536-537).

▪ Takut Jika Ibadah Tidak Diterima
Di antara sifat mu’min yang terdapat dalam Surah al-Mu’minun adalah munculnya rasa takut pada diri mereka apabila ibadah yang mereka yang lakukan itu tidak diterima oleh Alloh ‘Azza Wa Jalla. Dalam QS al-Mu’minun ayat 60 disebutkan:
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) [المؤمنون : 60]
60. dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. (QS. Al-Mu'minun : Ayat 60)

Ibunda Aisyah ra pernah bertanya kepada Rosululloh Saw terkait maksud ayat di atas, yaitu ayat yang berbunyi( وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ). Apakah yang dimaksud dengan ayat ini ialah orang yang berzina & meminum khamr atau mencuri & karena itu ia takut kepada Alloh & siksa-Nya?. {Pertanyaan ini dijawab oleh Rosululloh Saw :
سنن الترمذي - شاكر + ألباني - (5 / 327)
))لا يا بنت الصديق ولكنهم الذين يصومون ويصلون ويتصدقون وهم يخافون أن لا يقبل منهم((
(Bukan demikian maksudnya, hai puteri Abu Bakar as-Shiddiq. Yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang yang mengerjakan sholat, berpuasa & menafkahkan hartanya, namun dia merasa takut kalau-kalau amalnya itu termasuk amal yang tidak diterima (mardud) (Hr Ahmad & Tirmidzi)

▪ Doa Penutup
Akhir surah al-Mu’minun berupa doa indah yang diajarkan untuk kita semua:
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (118) [المؤمنون : 118]
118. dan Katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik." (QS al-Mu’minun)

Mengapa surah ini ditutup dengan permohonan mohon rohmat & ampunan Alloh. Jawabnya karena sungguh sehebat apapun manusia tentu ada kelemahan atau kekurangannya. Termasuk ketika menjalankan ibadah & dalam menjaga imannya tentu ada kekurangannya. Maka ia sangat butuh rohmat & ampunan Alloh. Wallohu A’lam.

✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-Mu’minun adalah riwayat dari Abdulloh bin as-Saib ra, ia berkata :
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري - (1 / 196)
)) قَرَأَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم الْمُؤْمِنُونَ فِي الصُّبْحِ حَتَّى إِذَا جَاءَ ذِكْرُ مُوسَى وَهَارُونَ ، أَوْ ذِكْرُ عِيسَى أَخَذَتْهُ سَعْلَةٌ فَرَكَعَ.
“Nabi Saw membaca surah al-Mu’minun pada saat sholat Shubuh ((bersama kami di Makkah)) hingga sampai pada ayat yang menyebutkan Nabi Musa & Nabi Harun atau Nabi Isa. Beliau terbatuk-batuk. Lalu beliau ruku’.” (Hr Bukhori-Muslim).

Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur