Seri Mengenal al-Qur'an - 22 al-Hajj
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-22, Senin, 3 September 2018 M/22 Dzul Hijjah 1439 H.
SMQ 22 : al-Hajj
Dinamakan “al-Hajj” karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah Haji seperti Ihrom, Thowaf, Sa’I, wukuf di ‘Arofah dan faedah serta hikmah disyari’atkannya ibadah Haji. Juga adanya perintah Alloh kepada Nabi Ibrohim AS agar mengumandangkan panggilan berkunjung ke Baitulloh.
✅ Tergolong Surah Madaniyyah
(Turun setelah periode Hijrah Nabi Ke Madinah). Namun sebagian ulama menggolongkan Makiyyah. Bahkan menurut pendapat Jumhur ulama surah ini Mukhtalath (Campuran). Imam al-Qurthubi mengatakan:
تفسير القرطبي - (12 / 1)
وقال الجمهور: السورة مختلطة، منها مكي ومنها مدني. وهذا هو الأصح، لان الآيات تقتضي ذلك، لان" يا أَيُّهَا النَّاسُ" مكي، «3» و" يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا 10" مدني.
Jumhur ulama berkata,“Surah ini (al-Hajj) itu campuran, ada sebagian yang makiyyah & ada sebagian yang Madaniyyah”. Ini pendapat yang lebih shohih. Karena ada ayat-ayat yang menunjukkan hal itu. misalnya ada ayat yang diawali “Ya Ayyuhannas” ini tanda Makiyyah. Dan ada ayat yang dimulai dengan “Ya Ayyuhalladzina Amanu”, ini tanda Madaniyyah”.
Prof Quraish Shihab menambahkan bahwa dalam surah ini ditemukan ajakan kepada kaum musyrik untuk memercayai prinsip-prinsip pokok ajaran Islam sambil mengancam mereka dengan siksa pedih. Ini merupakan ciri ayat-ayat Makiyyah. Tetapi, adanya ayat-ayat yang memerintahkan sholat, uraian tentang Haji & izin berperang mengesankan ayat-ayat itu turun setelah Nabi berhijrah ke Madinah. Wallohu A’lam.
✅ Termasuk Surah al-Matsani
(Surah yang jumlah ayatnya kurang dari seratus & bukan termasuk al-Mufashshol).
✅ Lokasi : Pada Juz 17
✅ Jumlah Ayat 78
✅ No Urut 22 dalam Mushaf
✅ Turun setelah surah an-Nur
✅ Isi Pokok Suroh al_Hajj :
1. Keimanan :
Adanya kebangkitan. Adanya huru-hara yang terjadi pada hari kiamat. Keadaan alam semesta & proses kejadiannya dapat dijadikan bukti keesaan & kekuaaan Alloh Ta’ala.
2. Hukum-Hukum :
Kewajiban Haji bagi kaum Muslimin yang mampu. Ibadah haji adalah ibadah yang telah disyariatkan sejak Nabi Ibrohim. Hukum bedusta. Larangan menyembah berhala. Binatang-binatang yang halal dimakan. Hukum menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh & dari masjidil harom. Izin berperang untuk mempertahankan diri & agama. Hukum-hukum yang berhubungan dengan ibadah Haji.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kedahsyatan hari kiamat (Ayat 1-2)
🔅 Hukuman bagi orang yang membantah Alloh (Ayat 3-4)
🔅 Di antara bukti-bukti adanya hari kebangkitan (Ayat 5-7)
🔅 Hukuman terhadap orang yang mengingkari Alloh (Ayat 8-10)
🔅 Akibat orang yang ragu-ragu (Ayat 11-14)
🔅 Pertolongan Alloh pasti datang (Ayat 15-16)
🔅 Alloh akan memberikan keputusan yang adil di hari kiamat (Ayat 17-18)
🔅 Balasan yang diterima orang-orang kafir & pahala yang diterima orang-orang yang beriman (Ayat 19-24)
🔅 Kemuliaan Masjidil Harom (Ayat 25-26)
🔅 Kewajiban berhaji & manfaatnya (Ayat 27-29)
🔅 Perintah mengagungkan Syi’ar Alloh (Ayat 30-32)
🔅 Pensyariatan kurban (Ayat 33-35)
🔅 Kurban & Tujuannya (Ayat 36-37)
🔅 Izin berperang bagi orang mukmin (Ayat 38-41)
🔅 Ayat-Ayat Alloh sebagai pelipur hati Nabi Muhammad Saw (Ayat 42-48)
🔅 Tugas Rosul adalah memberi peringatan (Ayat 49-51)
🔅 Berbagai cara mendustakan Rosul (Ayat 52-57)
🔅 Balasan bagi orang yang meninggal ketika Hijroh di jalan Alloh (Ayat58-63)
🔅 Bukti-bukti kekuasaan Alloh (Ayat 64-66)
🔅 Tiap-tiap umat mempunyai Syariat (Ayat 67-69)
🔅 Kelemahan pendirian orang kafir dalam menyembah selain Alloh (Ayat 70-72)
🔅 Ketidakberdayaan berhala yang disembah orang musyrik (Ayat 73-76)
🔅 Islam bukanlah agama yang sempit (Ayat 77-78)
✅ Tujuan Utama :
Memberikan motivasi kepada seluruh manusia agar senantiasa bertaqwa kepada Alloh agar meraih keberuntungan hidup baik di dunia maupun di akhirat nanti.
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Hajj dengan Surah Al-Anbiya’. Pada akhir surah al-Anbiya’ dikemukakan hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat. Sedangkan pada bagian permulaan surah al-Hajj dikemukakan bukti-bukti logis adanya hari kebangkitan.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Hajj:
▪ Surah ‘Ajaib
Imam al-Qurthubi mengutip pendapat al-Ghoznawi mengatakan bahwa :
تفسير القرطبي - (12 / 1)
الغزنوي: وهي من أعاجيب السور، نزلت ليلا ونهارا، سفرا وحضرا، مكيا ومدنيا، سلميا وحربيا، ناسخا ومنسوخا، محكما ومتشابها،
“Surah al-Hajj itu merupakan surah yang ajaib. Karena (di antara ayat-ayatnya ada yang) diturunkan di waktu malam & siang. Saat nabi bepergian & saat Nabi di rumah. Diturunkan di periode Makkah & Periode Madinah. Diturunkan dalam kondisi damai & perang. Ada yang menasakh & ada yang dinasakh. Ada yang muhkam (jelas maknanya) & ada yang mutasyabih (samar maknanya)”.
▪ Lima Rukun Islam
Surah al-Hajj merupakan satu-satunya surah yang menggunakan salah satu rukun Islam sebagai namanya, yaitu rukun Islam yang ke-5 (Haji). Tidak dijumpai di surah yang lain misalnya surah ash-Sholat, surah az-Zakat ataupun surah as-Shoum.
▪ Haji & Kiamat
Termasuk hal menarik bahwa surah al-Hajj ini diawali tentang pembicaraan seputar kedahsyatan hari kiamat.
Alloh berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ (2)
”(1)Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (2) (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”. (QS. al-Hajj: Ayat 1-2)
Apa hubungan antara Haji & Kiamat?. Syekh Amru kholid menjelaskan: ”Mayoritas manasik haji mengingatkan kepada hari kiamat. Sekalipun engkau belum melaksanakan haji, engkau pasti dapat membayangkan momen-momen haji saat jama’ah turun dari Arofah & pergi ke muzdalifah untuk melempar jumroh, saat udara sangat panas, jama’ah berdesak-desakan & antrian sangat panjang. Semua orang berdoa khusyu’ & menyerukan : “Labbaik, Allohumma Labbaik” (aku memenuhi panggilan-Mu, ya Alloh). Pakaian haji yang sederhana mengingatkan kain kafan yang dipakai orang mati. Proses haji mengingatkan pada hari kiamat, desak-desakan, panas, keringat & matahari hari kiamat”.
▪ Dua al-Asma’ al-Husna
Prof Quraish Shihab (Tafsir al-Lubab 2/516) menyebutkan satu fakta Unik pada surah al-Hajj ini. Bahwa sejak ayat 58 sampai dengan ayat 66, secara berturut-turut selalu menyebut secara tersurat atau tersirat dua dari al-Asma’ al-Husna setelah menyebut kata Alloh.
Mari kita cermati ayat-ayat berikut ini :
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (58) لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُدْخَلًا يَرْضَوْنَهُ وَإِنَّ اللَّهَ لَعَلِيمٌ حَلِيمٌ (59) ذَلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ (60) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (61) ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (62) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (63) لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (64) أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (65) وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَكَفُورٌ (66)
Adapun perinciannya Al-Asma’ al-Husna:
Pada ayat 58 secara tersirat :
al-Muhyi (Yang Maha Menghidupkan) & ar-Rozza<q (Yang Maha Memberi rizki).
Pada ayat 59 secara tersurat :
al-Alim (Yang Maha Mengetahui) & al-Halim (Yang Maha Penyantun).
Pada ayat 60 secara tersurat :
al-Afuww (Yang Maha Memaafkan) & al-Ghofur (Yang Maha Mengampuni).
Pada ayat 61 seacra tersurat :
as-Sami’ (Yang Maha Mendengar) & al-Bashir (Yang Maha Melihat).
Pada ayat 62 secara tersurat :
al-‘Aliyy (Yang Maha Luhur/Tinggi) & al-Kabir (Yang Maha Besar).
Pada ayat 63 secara tersurat :
al-Lathif (Yang Maha Lembut) & al-Khobir (Yang Maha Teliti).
Pada ayat 64 secara tersurat :
al-Ghoniyy (Yang Maha Kaya) & al-Hamid (Yang Maha Terpuji).
Pada ayat 65 secara tersurat :
ar-Rouf (Yang Maha Pengasih) & ar-Rohim (Yang Maha Penyayang).
Pada ayat 66 secara tersirat :
al-Muhyi (Yang Maha Menghidupkan) & al-Mumit (Yang Maha Mematikan). Wallohu A’lam.
▪ Terdapat dua Ayat Sajdah
Tepatnya pada ayat 18 & 77 :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
”Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS al-Hajj: Ayat 8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
_”Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan”. (QS al-Hajj : Ayat 77)
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-Hajj adalah sebuah riwayat dari shohabat ‘Uqbah bin Amir ra ia berkata : “Ya Rosululloh, Apakah surah al-Hajj diungggulkan atas surah al-Qur’an lainnya karena ada dua ayat Sajadah di dalamnya?”. Nabi Saw menjawab :
مسند أحمد بن حنبل - (4 / 151) ))نعم فمن لم يسجدهما فلا يقراهما((
“Ya. Barangsiapa yang tidak bersujud saat membaca dua ayat tersebut, maka janganlah ia membaca keduanya” Hr. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqi, & ad-Daruquthni.
Mari berdoa
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَا لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar