Seri Mengenal al-Qur'an - 18 al-Kahfi
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-18, Rabu, 29 Agustus 2018 M/ 17 Dzul Hijjah 1439 H.
SMQ 18 : al-Kahfi
Dinamakan al-Kahfi yang berarti gua karena surah ini menjelaskan mukjizat ketuhanan yang terkandung dalam kisah Ashabul Kahfi (para penghuni gua) yang menakjubkan. Kisah para pemuda yang tertidur di gua selama 309 tahun itu disebutkan pada surah al-Kahfi ini mulai dari ayat 9 sampai dengan ayat 26.
✅ Tergolong Surah Makiyyah
(turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah)
✅ Termasuk Surah al-Mi’un
(surah yang jumlah ayatnya mencapai ratusan).
✅ Lokasi : Pada Juz 15 & Juz 16
✅ Jumlah Ayat 110
✅ No Urut 18 dalam Mushaf
✅ Turun setelah surah al-Ghosyiyah
✅ Isi Pokok Suroh al-Kahfi :
1. Keimanan:
Surah ini memaparkan kekuasaan Alloh Ta’ala yang dapat memberi daya hidup pada manusia di luar hukum kebiasaan. Menjelaskan bahwa keadilan-Nya tidak akan pernah berubah. Al-Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan & kepalsuan.
2. Hukum-Hukum:
Surah ini memaparkan dasar hukum wakalah. Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur. Hukum mengucapkan insya Alloh. Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa hukumnya dimaafkan. Dan kebolehan merusak barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.
3. Kisah-Kisah:
Selain kisah Ashabul Kahfi, surah ini juga mengandung kisah dua orang pemilik kebun, cerita Nabi Musa AS & nabi Khidir serta cerita Raja Zulqornain denagn Ya’juj & Ma’juj.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kecaman terhadap anggapan adanya anak Tuhan (Ayat 1-8 )
🔅 Kisah Ashabul Kahfi (Ayat 9-18 )
🔅 Ashabul Kahfi bangun dari tidur (Ayat 19-26)
🔅 Teguran kepada Nabi agar jangan mementingkan orang terkemuka saja dalam berdakwah (Ayat 27-31)
🔅 Perumpamaan kehidupan orang-orang yang terpedaya kehidupan dunia (Ayat 32-44)
🔅 Perumpamaan kehidupan dunia (Ayat 45-46)
🔅 Kejadian pada hari kiamat (Ayat 47-49)
🔅 Ketaatan malaikat & kedurhakaan Iblis (Ayat 50-53)
🔅 Akibat tidak mengindahkan peringatan Alloh Swt (Ayat 54-59)
🔅 Kisah Nabi Musa & Nabi Khidir AS (Ayat 60-70)
🔅 Nabi Khidir membocorkan perahu & membunuh seorang anak (Ayat 71-74)
🔅 Nabi Khidir membangun dinding yang hampir roboh (Ayat 75-78)
🔅 Hikmah & Rahasia di balik berbagai perbuatan Nabi Khidir (Ayat 79-82)
🔅 Raja Dzulqornain dengan Ya’juj & Ma’juj (Ayat 83-99)
🔅 Adzab Bagi orang kafir (Ayat 100-106)
🔅 Balasan orang beriman & beramal sholih (Ayat 107-108)
🔅 Keluasan Ilmu Alloh (Ayat 109-110)
✅ Tujuan Utama :
Mengajak menuju kepercayaan yang benar & beramal sholih sebagai bekal menghadap Alloh Ta’ala guna meraih ridho-Nya.
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Kahfi dengan Surah Al-Isro’.
Surah al-Isro’ diawali dengan tasbih (membaca Subhanalloh) sedangkan surah al-Kahfi diawali dengan tahmid (membaca alhamdulillah) kepada-Nya. Tasbih & Tahmid adalah dua kata yang seringkali bergandengan dengan firman-firman Alloh Ta’ala.
Di samping itu penutup surah al-Isro’ & pembukaan surah al-Kahfi sama-sama berupa tahmid kepada Alloh Ta’ala.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Kahfi:
▪ Dimulai dengan الحمد لله
Surah al-Kahfi merupakan satu dari lima surah yang diawali dengan lafadz الحمد لله. Sesuai dengan urutan dalam Mushaf ke-5 surah tersebut adalah al-Fatihah, al-An’am, al-Kahfi, Saba’ & Fathir.
Surah yang dimulai dengan lafadz Alhamdulillah ini menegaskan perlunya kepatuhan manusia kepada Alloh, pengakuan atas nikmat & kemurahan-Nya, pujian & pengakuan kebesaran & kesempurnaan-Nya.
▪ Penyebutan kata al-Kahfi
Kata الكهف disebut dalam al-Qur’an sebanyak 6 kali dalam satu surah, yaitu surah al-Kahfi ini saja. Secara terperinci bisa kita cermati sebagai berikut :
✨ Ayat 9
أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
✨ Ayat 10
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
✨ Ayat 11
فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا
✨ Ayat 16
وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا
✨ Ayat 17
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا
✨ Ayat 25
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
▪ 4 Macam Dakwah
Syekh Doktor Fadhil Sholih as-Samiro’I menyebutkan bahwa dalam Surah al-Kahfi terdapat empat macam dakwah yang meliputi :
لمسات بيانية لسور القرآن الكريم - (1 / 6)
الدعوة إلى الله موجودة بكل مستوياتها: فتية يدعون الملك وصاحب يدعو صاحبه ومعلّم يدعو تلميذه وحاكم يدعو رعيته.
1. Pemuda (orang biasa) yang berdakwah kepada penguasa (Kisah ashabul kahfi)
2. Orang biasa yang berdakwah kepada sesama (Kisah pemilik kebun)
3. Guru yang berdakwah kepada muridnya (Kisah Nabi Khidir & Nabi Musa)
4. Penguasa yang berdakwah kepada rakyatnya (Kisah Raja Dzulqornain)
▪ 4 Macam Fitnah & Solusinya
Syekh Doktor Fadhil Sholih as-Samiro’I dalam karyanya “lamsaat Bayaniyyah lisuwar al-Qur’an” (4/1) juga menyebutkan bahwa dalam Surah al-Kahfi terdapat empat macam Fitnah beserta solusinya.
1. Fitnah Agama (فتنة الدين)
Adapun solusi agar terjaga dari fitnah agama adalah :
. فالعصمة من فتنة الدين تكون بالصحبة الصالحة وتذكر الآخرة.
“Dengan cara berteman dengan orang-orang yang sholih & mengingat akhirot”
2. Fitnah Harta (فتنة المال)
Adapun solusi agar terjaga dari fitnah harta adalah :
والعصمة من فتنة المال تكون في فهم حقيقة الدنيا وتذكر الآخرة.
“Dengan cara memahami hakikat dunia & mengingat akhirot”
3. Fitnah ilmu (فتنة العلم)
Adapun solusi agar terjaga dari fitnah ilmu adalah :
والعصمة من فتنة العلم هي التواضع وعدم الغرور بالعلم.
“Dengan cara tawadhu’ (rendah hati) & tidak tertipu dengan ilmu (yang dimiliki)”
4. Fitnah Kekuasaan (فتنة السلطة)
Adapun solusi agar terjaga dari fitnah kekuasaan adalah :
فالعصمة من فتنة السلطة هي الإخلاص لله في الإعمال وتذكر الآخرة.
“Dengan cara ikhlas karena mengharap ridho Alloh dalam beramal (ketika memegang kekuasaan) & mengingat akhirot”.
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-Kahfi adalah riwayat dari Shohabat Abu Sa’id al-Khudri ra bahwa Nabi Saw bersabda :
الجامع الصغير من حديث البشير النذير - (2 / 341)
8929- ))من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين((- ( ك هق ) عن أبي سعيد ( صح )
“Barangsiapa membaca surah al-Kahfi pada hari Jum’at ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at”.Hr al-Hakim, al-Baihaqi
Imam Abu Dawud juga meriwayatkan sebuah hadis dari shohabat Abu Darda’ ra bahwa Nabi Saw bersabda:
سنن أبي داود ـ محقق وبتعليق الألباني - (4 / 200)
« مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ ».
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi, ia akan terlindung dari Dajjalllohu ”. Wallohu A’lm
Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar