Seri Mengenal al-Qur'an - 8 Al Anfal
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-8, Sabtu, 11 Agustus 2018 M/29 Dzul Qo'dah 1439 H.
SMQ 8 : Al-Anfal
✅ Sebab Penamaan
Secara bahasa al-Anfal artinya rampasan-rampasan perang. Dinamakan al-Anfal karena uraian ayat pertamanya yang berbicara tentang al-Anfal (rampasan perang). Juga dalam surah ini terdapat uraian tentang hukum pembagian harta rampasan perang.
✅ Nama-Nama Lain :
surah Badar. Karena ayat-ayat surah ini menguraikan tentang peperangan pertama Rosululloh Saw bersama kaum muslim melawan kaum musyrik Makkah di suatu lembah yang bernama Badar.
Surah al-Jihad, karena banyak ayatnya yang berbicara tentang Jihad.
✅ Tergolong Surah Madaniyyah (turun setelah periode Hijrah Nabi ke Madinah), kecuali ayat 30 sampai 36, sebagian ulama menilainya makiyyah.
✅ Termasuk Surah al-Matsani (yaitu surah yang jumlah ayatnya kurang dari seratus namun bukan tergolong surah al-Mufashshol).
✅ Lokasi : Pada Juz 9 & Juz 10
✅ Jumlah Ayat 75
✅ No Urut 8 dalam Mushaf
✅ Turun setelah Surah al-Baqoroh
✅ Isi Pokok Suroh al-Anfal:
1). Keimanan : Alloh selalu menyertai orang-orang yang beriman & melindungi mereka, menetukan hukum itu hanyalah hak Alloh, jaminan Alloh terhadap umat yang beriman, Inayah Alloh terhadap orang-orang yang bertawakkal, hanyalah Alloh yang dapat memeprsatukan hati orang yang beriman, tindakan-tindakan & hukum Alloh didasarkan atas kepentingan umat manusia, adanya malaikat yang menolong barisan kaum muslimin dalam perang badar, adanya gangguan-gangguan setan pada orang-orang mukmin & tipu daya mereka pada orang-orang musyrikin, syirik adalah dosa besar
2). Hukum-Hukum : Aturan pembagian harta rampasan perang, kebolehan memakan harta rampasan perang, larangan lari atau mundur dalam peperangan, hukum mengenai tawanan perang pada permulaan Islam, kewajiban taat pada pimpinan dalam perang
3). Kisah-Kisah : Kisah Kaum Mukmin di saat perang Badar, keadaan Nabi Muhammad Saw sebelum hijrah serta permusuhan kaum musyrikin terhadap beliau. Orang Yahudi membatalkan perjanjian damai dengan Nabi Muhammad Saw, kisah keadaan orang kafir musyrikin & ahli kitab serta keburukan orang-orang munafiq.
✅ Tujuan Utama : menekankan bahwa manusia tidak memunyai kemampuan mendatangkan manfaat, tidak juga kekuatan menampik mudhorot, kecuali berkat & atas bantuan Alloh Swt semata-mata. Ini mengharuskan mereka berserah diri kepada-Nya tenu saja setelah berusaha maksimal dengan berpegang teguh pada tali agama-Nya serta patuh kepada-Nya & kepada Rosul-Nya, yang pada gilirannya mengantar kepada persatuan & kemenangan menghadapi musuh.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci:
🔅 Cara pembagian rampasan perang (Ayat 1)
🔅 Sifat-Sifat orang mukmin (Ayat 2-4)
🔅 Keengganan sebagian orang mukmin pergi ke perang Badar (Ayat 5-8)
🔅 Pertolongan Alloh kepada kaum muslimin dalam perang Badar (Ayat 9-14)
🔅 Larangan melarikan diri dari pertempuran (Ayat 15-19)
🔅 Larangan berpaling dari perintah Alloh & Rosul-Nya (Ayat 20-23)
🔅 Kewajiban menaati perintah Alloh & Rosul-Nya (Ayat 24-26)
🔅 Larangan berkhianat & hikmah bertaqwa (Ayat 27-29)
🔅 Tipu daya kaum msuyrikin terhadap Nabi (Ayat 30-37)
🔅 Kewajiban memerangi orang musyrik & perintah memelihara Agama (Ayat 38-40)
🔅 Pembagian Ghonimah (Ayat 41)
🔅 Pertolongan & rohmat Alloh kepada kaum muslimin dalam peperangan Badar (Ayat 42-44)
🔅 Kewajiban berteguh hati, bersatu & larangan berlaku sombong & ria (Ayat 45-47)
🔅 Godaan setan & hasutan orang-orang munafiq (Ayat 48-49)
🔅 Kebinasaan suatu kaum akibat perbuatan mereka sendiri (Ayat 50-54)
🔅 Sikap tegas terhadap orang yang mengkhianati perjanjian (Ayat 55-59)
🔅 Bersiap untuk perang & mengutamakan perdamaian (Ayat 60-63)
🔅 Mobilisasi umum & kemampuan kekuatan tentara Islam (Ayat 64-66)
🔅 Tawanan Perang (Ayat 67-69)
🔅 Sikap terhadap tawanan perang (Ayat 70-71)
🔅 Hubungan sesama muslim & derajat mereka di sisi Alloh (Ayat 72-75)
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Anfal dengan Surah al-A’rof. Di akhir surah al-A’rof memaparkan keadaan beberapa orang Rosul sebelum Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi kaumnya. Sedangkan surah al-Anfal menerangkan keadaan Nabi Muhammad Saw dalam menghadapi umat beliau.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Anfal:
▪ 1. Merupakan Surah ke-dua dari rangkaian Surah-Surah Madaniyyah setelah Surah al-Baqoroh.
▪ 2. Menerangkan 5 Karakter Mukmin Sejati
Disebutkan pada ayat 2-4 surah al-Anfal ini yaitu :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (4)
“2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. 3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. 4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.”
Lima karakter mukmin itu meliputi :
1) Khosyatulloh (hati penuh dengan rasa takut kepada Alloh)
2) Senantiasa Tadabbur al-Qur’an sehingga bertambah imannya
3) Bertawakkal kepada Alloh Ta’ala
4) Senantiasa mendirikan sholat &
5) Senantiasa mengeluarkan hartanya di jalan Alloh baik sifatnya wajib maupun sunnah.
Syekh as-Sa’di menyatakan alasan mengapa mereka disebut sebagai mukmin yang sesungguhnya :
تفسير السعدي - (1 / 315)
لأنهم جمعوا بين الإسلام والإيمان، بين الأعمال الباطنة والأعمال الظاهرة، بين العلم والعمل، بين أداء حقوق اللّه وحقوق عباده
“karena mereka telah menggabungkan antara Islam & iman, antara amal-amal bathin & amal-amal dhohir, antara ilmu & amal serta antara hak-hak Alloh & hak-hak hamba-Nya”.
▪ 3. Enam Panggilan Alloh untuk orang-orang mukmin
Pada surah ini lafadz : يا ايها الذين امنوا (wahai orang-orang yang beriman), diulang sebanyak 6 kali: yaitu Pertama, pada ayat 15. Di mana di dalamnya merupakan peringatan bagi kaum mukmin agar tidak lari meninggalkan peperangan. Kedua, pada ayat 20. Berisikan perintah untuk mendengar & taat terhadap perintah Alloh & perintah Rosul. Ketiga,pada ayat 24. Penjelasan bahwa ajakan Rosul adalah menuju kemuliaan & kebahagiaan dunia & akhirat. Keempat, pada ayat 27. Penjelasan bahwa menyebarkan rahasia kaum mukmin kepada musuh merupakan tindakan khianat kepada Alloh & Rosul-Nya. Kelima, pada ayat 29. Peringatan terkait buah taqwa. Keenam, pada ayat 45. Penjelasan bahwa jalan meraih kemuliaan & pertolongan Alloh dengan teguh & sabar serta menghadirkan keagungan Alloh ke dalam jiwa.
▪ 4.Pembatalan hukum waris karena sebab Hijrah & Persaudaraan
Penutup surah ini berbunyi :
وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (75)
“orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan kerabat (sebagaimana ketentuan dalam QS an-Nisa’), bukan hubungan persaudaraan keagamaan sebagaimana yang terjadi antara muhajirin dan anshar pada permulaan Islam. Saling mewarisi antar saudara saudara seagama hanya berlaku pada periode pra perang Badar untuk mengukuhkan ukhuwwah Islamiyah.
✅ Hadis Yang Terkait
Sebuah riwayat yang dari Ibnu Abbas ra, ia berkata : Aku bertanya kepada Usman bin Affan ra , “Apa yang menyebabkan engkau sengaja menjadikan surah Baro’ah , sedang ia tergolong surah al-Miun, & surah al-Anfal, sedang ia tergolong surah al-Matsani, ke dalam golongan as-Sab’u ath-Thuwal (tujuh surah yang panjang) & mengapa engkau tidak menuliskan basmalah di antara keduanya?”. Usman ra menjawab :”Saat turun beberapa ayat kepada Nabi Saw, beliau memanggil penulis wahyu beliau, lalu bersabda : ((Letakkan ayat ini pada surah yang di dalamnya disebutkan ini & itu)), begitu pula pada saat turun satu atau dua ayat, beliau juga mengatakan hal yang sama. Al-Anfal adalah salah satu surah yang pertama kali diturunkan kepada beliau di Madinah, sedangkan Baro’ah adalah salah satu surah yang terakhir diturunkan. Dan kisah yang ada dalam al-Anfal serupa dengan kisah yang ada dalam Baro’ah sehingga aku menganggap kalau Baro’ah bagian dari al-Anfal. Dari sinilah aku meletakkan keduanya dalam golongan as-Sab’u ath-Thuwal & aku tidak menuliskan basmalah di antara keduanya”. Dalam satu riwayat dikatakan :”Hingga Nabi Saw wafat, beliau tidak menjelaskan kepada kami apakah Baro’ah bagian dari al-Anfal atau bukan”.Hr Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim, an-Nasa’I, Ibnu Hibban, Ahmad & al-Baihaqi.
Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
“Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”.
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar