Seri Mengenal al-Qur'an - 7 Al A'rof

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-7, Jum’at, 10 Agustus 2018 M/28 Dzul.Qo'dah 1439 H.

SMQ 7 : Al A'rof

✅ Sebab Penamaan
Secara bahasa al-A’rof artinya tempat-tempat yang tinggi. Dinamakan al-A’rof karena adanya perkataan “al-A’rof” dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di tempat tertinggi di batas surga & neraka. Mereka itulah golongan yang kebaikan & kejahatannya sama banyak.
Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa saat Khudzaifah ditanya tentang Ashab al-A’rof, beliau menjawab :”Mereka adalah kaum yang kebaikan & keburukannya sama banyak. Keburukan mereka menahan mereka dari masuk surga. Sedangkan kebaikan mereka memalingkan mereka dari masuk neraka. Akhirnya mereka berhenti di pagar, sampai Alloh Ta’ala memutuskan nashib mereka”.

✅ Tergolong Surah Makiyyah (turun sebelum periode Hijrah Nabi ke Madinah). Sebagian ulama mengecualikan ayat 163-170 yang dinilai turun di Madinah. Namun menurut Prof. Quraish Shihab, pengecualian ini dianggap lemah. Suasana turunnya surah ini adalah pada saat terjadi konflik yang hebat antara Umat Islam dengan kaum kafir Makkah ketika itu. Tepatnya ketika Nabi Muhammad Saw diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan (periode dakwah yang baru). Di mana dakwah harus dilakukan secara terbuka. Maka surah ini menjadi pesan bahwa konflik antara kebenaran dengan kebatilah adalah hukum Universal yang berlaku abadi sejak makhluk diciptakan oleh Alloh Swt sampai dengan hari kiamat tiba.

✅ Termasuk Surah at-Thiwal (yang panjang) 

✅ Lokasi : Pada Juz 8 & Juz 9

✅ Jumlah Ayat 206

✅ No Urut 7 dalam Mushaf

✅ Turun setelah surah Shod

✅ Isi Pokok Suroh al-A’rof : 
1. Keimanan : Mengesakan (tauhid) Alloh baik dalam berdoa maupun ketika beribadah. Menegaskan adanya hari kebangkitan & pembalasan. Serta menegaskan masalah wahyu & risalah.
2. Hukum-Hukum : Larangan mengikuti perbuatan & kebiasaan buruk , kewajiban mengikuti Alloh Ta’ala & Rosul-Nya. Perintah berhias saat akan sholat. Bantahan terhadap orang yang mengharomkan perhiasan yang dianugerahkan Alloh Ta’ala. Perintah memakan makanan yang halal & larangan memakan yang sebaliknya.
3. Kisah-Kisah: Kisah Nabi Adam dengan Iblis, kisah Nabi Nuh AS & kaumnya, kisah Nabi Sholih AS dengan kaumnya, kisah Nabi Syuaib AS dengan kaumnya, kisah Nabi Musa AS dengan Fir’aun.
4. Akhlaq : Adab seorang mukmin, adab berpakaian, makan & minum. Adab mendengar bacaan al-Qur’an & berdzikir.

✅ Tujuan Utama : peringatan serta ancaman siksa duniawi & adzab ukhrowi terhadap siapa pun yang berpaling dari ajakan Nabi. Yakni kepercayaan Tauhid, keniscayaan hari kiamat, kebajikan & kesetiaan.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
1)Kewajiban mengikuti wahyu (Ayat 1-3)
2)Kedurhakaan & akibatnya di dunia (Ayat 4-5)
3)Kedurhakaan & akibatnya di akhirat (Ayat 6-9)
4)Karunia Alloh kepada manusia (Ayat 10)
5)Penghargaan Alloh Swt kepada Nabi Adam & keturunannya (Ayat 11-18)
6)Kisah Adam keluar dari surga (Ayat 19-25)
7)Peringatan Alloh berkenaan dengan godaan setan (Ayat 26-27)
8)Kegagalan kaum musyrik & alasan-alasan mereka yang lemah (Ayat 28-30)
9)Adab berpakaian, makan & minum (Ayat 31-33)
10)Ketentuan ajal (Ayat 34)
11)Pengutusan para Rosul & akibat penerimaan & penolakan kerosulan (Ayat 35-39)
12)Balasan bagi orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh (Ayat 40-41)
13)Balasan bagi orang yang beriman (Ayat 42-43)
14)Dialog antara penghuni surga & penghuni neraka (Ayat 44-47)
15)Dialog penghuni A’rof dengan penghuni neraka (Ayat 48-49)
16)Al-Qur’an merupakan petunjuk & rohmat bagi orang beriman (Ayat 50-53)
17)Alloh Maha Pencipta (Ayat 54)
18)Etika berdoa (Ayat 55-56)
19)Bukti kekuasaan Alloh tentang kebangkitan manusia (Ayat 57-58)
20)Kisah Nabi Nuh (Ayat 59-64)
21)Kisah Nabi Hud (Ayat 65-72)
22)Kisah Nabi Sholih (Ayat 73-79)
23)Kisah Nabi Luth (Ayat 80-84)
24)Kisah Nabi Syuaib (Ayat 85-87)
25)Ancaman Kaum Nabi Syuaib untuk mengusirnya dari negerinya (Ayat 88-89)
26)Nasib buruk yang menimpa kaum Nabi Syuaib (Ayat 90-93)
27)Sunnatulloh bgai Umat yang mendustkan Rosul (Ayat 94-95)
28)Keberuntungan orang yang beriman & ancaman Alloh terhadap orang yang durhaka (Ayat 96-100)
29)Akhir kisah Nabi Syuaib (Ayat 101-102)
30)Kisah Nabi Musa AS, Fir’aun & Bani Isroil (Ayat 103-105)
31)Fir’aun meminta bukti kerosulan Nabi Musa (Ayat 106-108)
32)Kelicikan pemuka-pemuka kaum Fir’aun (Ayat 109-117)
33)Kekalahan Ahli sihir Fir’aun & pernyataan Iman Mereka (Ayat 118-122)
34)Kemurkaan Fir’aun kepada para pesihir & jawaban mereka (Ayat 123-126)
35)Fitnah para pembesar Fir’aun terhadap Nabi Musa AS (Ayat 127-129)
36)Azab Tuhan terhadap Fir’aun & kaumnya (Ayat 130-133)
37)Hukuman terakhir bagi Fir’aun & kaumnya (Ayat 134-136)
38)Nikmat Alloh Swt kepada Bani Isroil (Ayat 137)
39)Sikap Bani Isroil kepada Nabi Musa AS setelah terbebas dari penindasan Fir’aun (Ayat 138-141)
40)Nabi Musa AS menerima Taurot (Ayat 142-145)
41)Akibat Takabbur & mendustkan ayat-ayat Alloh (Ayat 146-147)
42)Bani Isroil menyembah patung anak Sapi (Ayat 148-149)
43)Sikap Nabi Musa AS terhadap kesesatan kaumnya (Ayat 150-151)
44)Ampunan Alloh bagi Bani Isroil yang bertobat (Ayat 152-154)
45)Berita Kerosulan Nabi Muhammad Saw dalam Taurot & Injil (Ayat 155-157)
46)Nabi Muhammad Saw diutus kepada seluruh umat manusia (Ayat 158)
47)Nikmat Alloh kepada Bani Isroil (Ayat 159-160)
48)Pengingkaran Bani Isroil terhadap perintah Alloh ketika masuk baitul maqdis (Ayat 161-162)
49)Pengingkaran Bani Isroil terhadap perintah & larangan Alloh pada hari Sabat (Ayat 163-166)
50)Balasan yang diterima oleh orang Yahudi yang ingkar & yang menaati Alloh (Ayat 167-171)
51)Ketauhidan sesuai dengan Fitrah manusia (Ayat 172-174)
52)Perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh (Ayat 175-178)
53)Sifat-sifat penghuni neraka (Ayat 179)
54)Al-Asma’ al-Husna (Ayat 180)
55)Akibat yang diderita oleh orang yang mendustakan Ayat-ayat Alloh (Ayat 181-186)
56)Hanya Alloh yang mengetahui datangnya hari kiamat (Ayat 187-188)
57)Alloh mengingatkan manusia tentang asal-usul kejadiannya (Ayat 189-193)
58)Berhala tidak patut disembah (Ayat 194-198)
59)Pedoman Berdakwah (Ayat 199-202)
60)Adab mendengarkan al-Qur’an & berdzikir (Ayat 203-206)

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-A’rof dengan Surah Al-An’am. Di mana di dalam surah al-A’rof dikemukakan garis-garis besar akidah. Sedangkan surah al-A’rof menjelaskannya. 
Di samping itu pada bagian akhir surah al-An’am dinyatakan bahwa orang yang berbuat kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipat & yang berbuat kejahatan akan dibalas seimbang dengan perbuatannya. Untuk menentukan kadar kebajikan & kejahatan itu ada timbangannya. Maka di bagian awal surah al-A’rof dikemukakan bahwa timbangan pada hari itu ialah kebenaran & keadilan. Siapa yang berat timbangannya dialah orang yang beruntung & siapa yang ringan timbangannya dialah orang yang merugi. Kemudian diceritakan keadaan (nasib) ashabul A’rof. Yang mana timbangan kebaikan & keburukan mereka sama.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-A’rof:
1)Merupakan Surah Makiyyah yang terpanjang

2)Surah yang pertama kali memaparkan kisah-kisah Nabi secara rinci

3)Surah yang paling terperinci menyebutkan Kisah Nabi Musa AS & kaumnya
Menurut penelitian Syekh Amru Kholid, kisah Nabi yang paling banyak disebutkan dalam al-Qur’an adalah kisah Nabi Musa AS. Yaitu disebutkan dalam 29 Juz. Adapun  surah al-A’rof ini merupakan surah yang paling terperinci dalam menecritakan hubungan Nabi Musa dengan kaumnya. Khususnya setelah mereka keluar dari Mesir. 

4)Kata “Ya Bani Adam” terulang 4 kali dalam Surah ini.
Ini juga merupakan kekhasan surah ini. Di mana setelah menceritakan kisah Nabi Adam & Iblis serta keluar Nabi Adam dari surga, serta menunjukkan dahsyatnya tipu daya iblis dalam menjerumuskan manusia. Maka Alloh Ta’ala memanggil anak turun Nabi Adam sebanyak empat kali. Tepatnya ayat 26, 27, 31 & 35. Semuanya mengingatkan anak cucu Adam agar tidak terpedaya dengan setan sehingga berani melanggar aturan Alloh. Misalnya pada ayat 27, Alloh Ta’ala berfirman :
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ (27)
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS al-A’rof ayat 27)

5)Terdapat perumpamaan yang sangat buruk untuk Ulama Suu’ (Ulama yang buruk).
Yaitu QS al-A’rof ayat 175-176. Alloh Ta’ala berfirman : ((175. dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), Maka jadilah dia Termasuk orang-orang yang sesat. 176. dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.))
Menanggapi ayat di atas, Syekh Muhammad Ali ash-Shobuni (sofwah at-Tafasir 1/403) mengatakan :  “Perumpamaan itu demi Alloh merupakan gambaran terburuk bagi orang yang diberi rezeki oleh Alloh berupa ilmu yang bermanfaat. Namun ia gunakan untuk mengumpulkan sesuatu yang akan hancur, fana (harta benda). Maka itu menjadi petaka baginya. Karena ia tidak berbuat manfaat atas ilmu yang dimiliki & tidak mengikuti jalan iman serta meninggalkan nikmat Alloh. Jadilah ia diikuti setan sehingga termasuk orang yang sesat”. 
Prof. Quraish Shihab juga menjelaskan (al-Lubab, 1/488) : “anjing menjulurkan lidahnya tidak hanya ketika letih atau kehausan, tetapi sepanjang hidupnya. Itu serupa dengan yang memperoleh pengetahuan, tetapi terjerumus mengikuti hawa nafsu. Seharusnya pengetahuan tersebut membentengi dirinya dari perbuatan buruk. tetapi ternyata baik ia butuh atau tidak, baik ia telah memiliki hiasan duniawi atau belum, ia terus menerus mengejar & berusaha mendapatkan & menambahnya, seperti keadaan anjing yang selalu menjulurkan lidahnya, baik membutuhkan air maupun tidak”. Na’udzu Billah min Dzalik.

6)Terdapat Ayat Sajdah di dalamnya. Tepatnya pada ayat yang terakhir yaitu ayat 206.

✅ Hadis Yang Terkait
Di antara riwayat yang menunjukkan keutamaan suroh al-A’rof adalah pernyataan Ibunda ‘Aisyah ra :
السنن الكبرى للبيهقي وفي ذيله الجوهر النقي - (2 / 392)
 ))عَنْ عَائِشَةَ : أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ سُورَةَ الأَعْرَافِ فِى صَلاَةِ الْمَغْرِبِ فَرَّقَهَا فِى رَكْعَتَيْنِ.((
“Nabi Saw membaca surah al’Arof dalam surah Maghrib. Beliau membaginya ke dalam dua rokaat”Hr Baihaqi. Wallohu A’lam.

Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
“Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”.
 امين. يا مجيب السائلين

(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 23 al-Mukminun

Seri Mengenal al-Qur'an - 24 an-Nur