Seri Mengenal al-Qur'an - 5 al-Maidah

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan Ke-5, Rabu 8 Agustus 2018 M/26 Dzul Qo'dah 1439 H.

SMQ 5: al-Maidah

✅  Sebab Penamaan
Surah al-Maidah*artinya *hidangan , dinamakan demikian karena merupakan salah satu mukjizat Nabi Isa AS yang ditunjukkan kepada kaumnya saat mereka memintanya untuk memohon kepada Alloh Ta’ala agar diturunkan hidangan dari langit. Dengan demikian mereka bisa memakannya & hati mereka pun merasa tenang. Uraian seputar kisah ini bisa dibaca pada QS al-Maidah ayat 112-115.

✅ Nama-Nama Lain :
1. Surah al-‘Uqud (akad-akad perjanjian)
Karena ayat pertamanya memerintahkan kaum beriman agar memenuhi ketentuan aneka akad perjanjian.
2. Surah al-Akhyar (orang-orang yang baik)
Orang-orang baik, yaitu orang yang memenuhi tuntunannya menyangkut ragam ikatan perjanjian itu pastilah orang baik.
3. Surah al-Munqidz (yang Menyelamatkan)
Karena akhir surah ini mengandung kisah tentang Nabi Isa AS sebagai penyelamat pengikut-pengikut setianya dari adzab Alloh.

✅ Tergolong Surah Madaniyyah
Meskipun ada ayat yang turun di Arofah (makkah) pada haji wada’ yaitu ayat 3. Namun para ulama tetap menyatakan bahwa surah ini masuk kategori Madaniyyah. Karena ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah.

✅ Termasuk Surah al-Thiwal (yang panjang) 

✅ Lokasi : Pada Juz 6 & Juz 7

✅ Jumlah Ayat 120

✅ No Urut 5 dalam Mushaf

✅ Turun setelah Surah al-Fath

✅ Isi Pokok Suroh al-Maidah : 
1. Akidah : Dibahas di dalamnya tentang keesaan Alloh Swt & keadilan-Nya dalam memberi ganjaran & balasan. Kesatuan sumber agama samawi meskipun rincian syariatnya berbeda. Penugasan Nabi Muhammad Saw untuk seluruh manusia & pemeliharaan Alloh Swt terhadap beliau. Serta bantahan terhadap orang-orang yang menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan.
2. Hukum-Hukum :
Disebutkan di dalamnya tentang hukum melanggar Syiar Alloh, makanan & minuman yang dihalalkan & yang diharamkan, hukum menikah dengan wanita ahli kitab, wudhu, tayammum, mandi, hukum membunuh orang, hukum membuat kekacauan & mengganggu keamanan, melanggar sumpah &kafaratnya, hukum khamr, berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib, hukum membunuh binatang waktu ihrom & hukum persaksian dalam wasiat.
3. Akhlaq :
Diharuskan untuk memnuhi janji & komitmen, penegakan keadilan, larangan bertanya tentang hal-hal yang jawabannya diduga meresahkan, kewajiban amar makruf & nahi munkar, larangan menganiaya walau terhadap yang  dibenci (musuh), anjuran bekerja sama dalam kebaikan.
4. Kisah-Kisah :
Disebutkan dalam surah ini kisah Nabi Musa AS yang menyuruh kaumnya memasuki Palestina, namun kaum tersebut tidak mematuhi perintahnya. Kisah Qobil & Habil. Juga kisah-kisah tentang Nabi Isa AS.

✅  Tujuan Utama : 
Agar umat manusia terutama umat Islam, memenuhi tuntunan ilahi yang termaktub dalam kitab suci, baik yang berkaitan dengan Alloh Swt maupun sesama manusia bahkan diri sendiri.

✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kewajiban Memenuhi janji (ayat 1-2)
🔅 Makanan yang diharomkan (ayat 3)
🔅 Makanan yang dihalalkan (ayat 4-5)
🔅 Wudhu, mandi & tayammum (ayat 6-7)
🔅 Kewajiban Berlaku adil & jujur (ayat 8-11)
🔅  Ingkar janji orang Yahudi & Nashroni (ayat 12-14)
🔅 Al-Qur’an menyingkapkan hukum-hukum yang disembunyikan ahli kitab (ayat 15-16)
🔅 Akidah orang-orang Nashroni & Yahudi (ayat 17-19)
🔅 Keengganan Yahudi Menaati peringatan Nabi Musa AS memasuki Palestina & akibatnya (ayat 20-26)
🔅 Kisah Pembunuhan pertama & besarnya malapetaka akibat pembunuhan (ayat 27-32)
🔅 Hukuman terhadap perusuh & pengacau keamanan (ayat 33-34)
🔅 Perintah bertaqwa (ayat 35-37)
🔅 Hukuman bagi pencuri (Ayat 38-40)
🔅 Orang Yahudi & hukum dalam kitab Taurot (ayat 41-43)
🔅 Pengingkaran Orang Yahudi terhadap Hukum Taurot (Ayat 44-47)
🔅 Kewajiban menjalankan hukum al-Qur’an (Ayat 48-50)
🔅 Larangan berteman setia dengan orang-orang Yahudi & Nashroni (Ayat 51-53)
🔅 Orang murtad akan dihancurkan & diganti dengan orang yang beriman (ayat 54-56)
🔅  Larangan menjadikan orang Kafir sebagai pelindung & penolong (Ayat 57-63)
🔅 Kutukan terhadap orang Yahudi (Ayat 64-66)
🔅 Kewajiban Rosululloh Saw menyampaikan Agama Islam (Ayat 67-71)
🔅 Orang yang percaya bahwa Nabi Isa Tuhan adalah Kafir (Ayat 72-77)
🔅 Sebab-sebab kutukan Alloh terhadap orang Yahudi (Ayat 78-81)
🔅 Sikap Ahli kitab terhadap orang Mukmin (Ayat 82)
🔅 Sikap orang Nashroni yang beriman kepada al-Qur’an (ayat 83-86)
🔅 Larangan mengharamkan makanan yang halal (Ayat 87-88)
🔅 Sumpah & Kafarotnya (Ayat 89)
🔅 Larangan minum khamr, judi, berkorban untuk berhala & mengundi nasib (Ayat 90-93)
🔅 Larangan berburu pada waktu Ihrom & dendanya (Ayat 94-96)
🔅 Kemuliaan Ka’bah & bulan-bulan yang dihormati (Ayat 98-100)
🔅 Larangan mengajukan pertanyaan yang dapat memberatkan (Ayat 101-105)
🔅 Saksi dalam berwasiat (Ayat 106-108)
🔅 Salah satu peristiwa pada hari kiamat (Ayat 109)
🔅 Beberapa kisah tentang Nabi Isa AS (Ayat 110-115)
🔅 Nabi Isa AS lepas tangan dari tuduhan kaumnya (Ayat 116-120)

✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah an-Nisa’ dengan Surah Ali ‘Imron. Di dalam Surah an-Nisa’ diterangkan beberapa macam akad seperti : Pernikahan, perceraian, warisan, perjanjian, wasiat dan sebagainya. Sedangkan permulaan surah al-Maidah menyatakan agar hamba-hamba Alloh Azza Wa Jalla memenuhi segala macam akad yang telah dilakukan. Baik terhadap Alloh Ta’ala maupun terhadap sesama manusia.
Di samping itu pada surah an-Nisa’ dikemukan hukum secara umum & mendatangkan jalan untuk menetapkan suatu hukum. Maka pada surah al-Maidah dijelaskan & ditegaskan hukum-hukum tersebut.

✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Maidah:
▪ Dimulai dengan Lafadz يا ايها الذين امنوا
Surah al-Maidah merupakan satu di antara tiga surah dalam al-Qur’an yang dimulai dengan lafadz : يا ايها الذين امنوا (wahai orang-orang yang beriman). Dua surah lainnya adalah surah al-Hujurot & Surah al-Mumtahanah.
▪ Paling banyak mengulang seuan يا ايها الذين امنوا
Surah al-Maidah adalah surah yang paling banyak mengulang seruan يا ايها الذين امنوا (wahai orang-orang yang beriman), yaitu sebanyak 16 kali.
Perlu diketahui bahwa seruan يا ايها الذين امنوا (wahai orang-orang yang beriman) dalam al-Qur’an berulang sebanyak 88 kali. Dan itu tersebar di beberapa surah. Sebagai perbandingan pada surah al-Baqoroh seruan tersebut hanya berulang 10 kali. Maka surah al-Maidah ini terbanyak yaitu 16 kali.
Shohabat Ibnu Mas’ud ra pernah mengatakan : “Jika engkau mendengar seruan يا ايها الذين امنوا (wahai orang-orang yang beriman), maka dengarkan dengan cermat. Sebab isinya adalah kebaikan yang harus kamu laksanakan atau kejahatan yang harus kamu hindari”.
▪ Terdapat Ayat Hukum Terakhir di dalam al-Qur’an
Harus dibedakan bahwa kalau ayat yang terakhir turun dalam al-Qur’an adalah QS. al-Baqoroh ayat 281. Namun kalau ayat hukum yang terakhir turun adalah yang terdapat dalam Surah al-Maidah ini tepatnya ayat 3, yang diturunkan pada haji wada’. Yang berbunyi :
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
▪ Surah ini memuat tiga ayat yang mengecam pengambilan hukum dari selain wahyu Alloh. Yaitu pada ayat 44, 45 & 47 :
 وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ (44)
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (45)
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (47)
▪ Satu-Satunya Surah yang menghimpun Maqoshidus Syari’ah dengan lengkap
Maqoshidus Syariah adalah tujuan syariat Islam. Ada lima yaitu : Memelihara agama, Memelihara jiwa, Memelihara akal, Memelihara kehormatan & Memelihar harta.
Ke-5 tujuan syariat tersebut terdapat dalam surah ini, yaitu :
1. Perlindungan terhadap Agama
Alloh Ta’ala berfirman:
يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكافِرِينَ يُجاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشاءُ وَاللَّهُ واسِعٌ عَلِيمٌ
”Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui”. (QS. al-Maidah : Ayat 54)
Istidlal dari ayat di atas bahwa perhatian utama syariat adalah menjaga agama & menjauhi kekafiran.
2. Perlindungan terhadap Jiwa
 Alloh Ta’ala berfirman:
مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَلِكَ فِي الأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”. (QS. al-Maidah : Ayat 32)
Istidlal dari ayat di atas bahwa Islam melarang pembunuhan sebagai bentuk pemeliharaan terhadap jiwa manusia.
3. Perlindungan terhadap Akal
Alloh Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”. (QS. al-Maidah: Ayat 90)
Istidlal dari ayat di atas bahwa tujuan pengharaman arak adalah untuk melindungi akal.
4. Perlindungan terhadap Kehormatan
Alloh Ta’ala berfirman:
 . . .وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلاَ مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ . . .
“ . . .diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. . .” (QS al-Maidah ayat 5)
Istidlal dari ayat di atas bahwa Islam melarang hubungan seksual antara laki-laki & perempuan di luar pernikahan sebagai bentuk perlindungan terhadap kehormatan.
5. Perlindungan terhadap Harta
Alloh Ta’ala berfirman:
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُواْ أَيْدِيَهُمَا جَزَاء بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (38)
“laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Istidlal dari ayat di atas bahwa Islam melarang pencurian & menegaskan hukuman bagi pelaku pencurian sebagai bentuk perlindungan terhadap harta.

✅  Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-Maidah adalah riwayat berikut ini. Jubair bin Nufair berkata : “ketika saya masuk menemui Aisyah ra, ia bertanya : ((Apakah kamu membaca surah al-Maidah?)). Saya menjawab : “Ya”. Lalu ia berkata :
المستدرك على الصحيحين للحاكم مع تعليقات الذهبي في التلخيص - (2 / 340)
))أما أنها آخر سورة نزلت فما وجدتم فيها من حلال فاستحلوه و ما وجدتم من حرام فحرموه((
“ketahuilah bahwa sesungguhnya Surah al-Maidah itu surah yang terakhir diturunkan. Maka (perkara) halal apapun yang kalian temukan di dalamnya maka halalkan & (perkara) harom apapun yang kalian temukan di dalamnya maka haromkanlah” Hr al-Hakim.
Memahami riwayat di atas Imam al-Khozin menyatakan bahwa bukan berarti surah-surah lain yang  berbicara tentang halal atau harom tidak perlu diperhatikan. Namun terutama Surah al-Maidah ini harus lebih diperhatikan. Karena ia merupakan surah yang terakhir turun terkait masalah hukum.

Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
 امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Mengenal al-Qur'an - 25 al-Furqon

Seri Mengenal al-Qur'an - 14 Ibrohim

Cabang-cabang Keimanan - Tebarkanlah Salam di Antara Muslim