Seri Mengenal al-Qur'an - 4 An Nisa'
بسم الله الرحمن الرحيم
7 Agustus 2018 M/25 Dzul.Qo'dah 1439 H.
SMQ 4 : An Nisa'
✅ Sebab PenamaanDinamakan an-Nisa’(Perempuan). Karena di dalamnya disebutkan banyak ayat yang berbicara tentang tuntunan Alloh Swt menyangkut perempuan & hak-hak mereka serta kewajiban melindungi mereka & orang-orang lemah.
Adanya surah ini menepis anggapan sebagian kalangan yang mengatakan bahwa Islam menindas & tidak berlaku adil terhadap wanita. Sebaliknya justeru Surah an-Nisa’ ini secara lengkap membahas keadilan & kasih sayang terhadap kaum wanita. Penamaan ini merupakan penghormatan bagi kaum wanita yang harga dirinya telah diinjak-injak masyarkat Arab Jahiliyyah.
✅ Tergolong Surah Madaniyyah (turun setelah periode Hijrah Nabi Ke Madinah)
✅ Termasuk Surah al-Thiwal (yang panjang). Merupakan surah yang terpanjang setelah surah al-Baqoroh.
✅ Lokasi : Pada Juz 4, Juz 5 & Juz 6.
✅ Jumlah Ayat 176
✅ No Urut 4 dalam Mushaf
✅ Sistematika Surah:
Syekh Muhammad al-Ghozali dalam “Nahwa Tafsir Maudhu’I Lisuwar al-Qur’an al-Karim” mengatakan bahwa sepertiga pertama dari surah an-Nisa’ membicarakan tentang keluarga & ketentuan yang terkait dengannya. Di mana keluarga merupakan komunitas terkecil dalam masyarakat. Sementara dua pertiga sisanya berbicara tentang umat masyarakat pada umumnya serta hal-hal yang terkait dengannya yang merupakan lingkup komunitas yang besar.
✅ Isi Pokok Suroh an-Nisa’ :
1). Keimanan :
Membahas tentang Syirik (dosa yang paling besar) & akibat kekafiran di hari kemudian.
2). Hukum-Hukum :
Dijelaskan di dalamnya kewajiban orang yang diberi wasiat & para wali, hokum poligami, mahar, hokum memakan harta anak yatim & orang-orang tidak dapat mengurus hartanya, pokok hokum warisan, perbuatan-perbuatan keji & hukumannya, wanita-wanita yang harom dinikahi, hokum mengawini budak wanita, larangan memakan harta secara bathil, hokum syiqoq & nusyuz, hokum membunuh orang Islam, sholat Khouf, serta hokum Kalalah.
3). Kisah-Kisah:
Disebutkan di dalamnya kisah tentang Nabi Musa AS & pengikut-pengikutnya.
4). Akhlaq : Kewajiban to’at kepada Alloh, Rosul & Ulil Amr, Norma bergaul dengan istri, keharusan menjauhi adat-adat Jahiliyyah.
✅ Tujuan Utama : yaitu agar tercipta keluarga sakinah yang harmonis yang pada gilirannya melahirkan masyarakat yang sejahtera lahir & bathin
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah an-Nisa’ dengan Surah Ali ‘Imron. Di mana di bagian akhir Surah Ali ‘Imron diakhiri dengan perintah bertaqwa. Hal ini sesuai dengan permulaan surah an-Nisa’.
Dalam surah Ali ‘Imron disebutkan bahwa banyak kaum muslimin yang gugur sebagai Syuhada’. Berarti mereka meninggalkan anak & istri. Maka pada permulaan surah an-Nisa’ disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembagian warisnya.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh an-Nisa’:
1). Surah an-Nisa’ disebut pula dengan surah an-Nisa’ al-Kubro (surah an-Nisa’ besar). Karena ada yang disebut dengan surah an-Nisa’ as-Sughro, yaitu Surah ath-Tholaq. Dalam surah ath-Tholaq juga dibahas tentang wanita, tapi tidak sebanyak surah an-Nisa’.
2). Nabi Saw sering membacanya pada saat Qiyamul Lail. Hal ini di antaranya berdasar hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shohabat Hudzaifah ra. Juga riwayat Abu Dawud dari sahabat Auf bin Malik al-Asja’i.
3). Banyak Menjelaskan Dosa-Dosa Besar
Suatu ketika Shohabat Ibnu Mas’ud ra. ditanya tentang dosa-dosa besar. Beliau menjawab:
مسند البزار 18 مجلد كاملا - (4 / 337)
عَنْ عَبْدِ اللهِ ، سُئِلَ عَنِ الْكَبَائِرِ ، فَقَالَ : مَا بَيْنَ أَوَّلِ سُورَةِ النِّسَاءِ إِلَى رَأْسِ الثَّلاَثِينَ))
“Dari awal surah an-Nisa’ sampai bagian awal ayat ketiga puluh”.Hr al-Bazzar.
Pada ayat 31 Alloh Ta’ala berfirman:
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبائِرَ ما تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيماً (31).
“jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).”
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh an-Nisa’ adalah riwayat Imam Muslim & Abu Dawud di atas, di mana Nabi Saw sering membaca surah an-Nisa’ bersama dengan surah Ali ‘Imron & Surah al-Baqoroh ketika beliau mengerjakan Sholat Malam.
Di samping itu terdapat atsar dari Shohabat Umar bin Khottob ra. bahwa beliau berkata :
شعب الإيمان - (4 / 75)
عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: " مَنْ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ كُتِبَ عِنْدَ اللهِ مِنَ الْحُكَمَاءِ " وَرَوَاهُ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ وِقَاءٍ، وَقَالَ: " كُتِبَ مِنَ الْقَانِتِينَ "
“Barangsiapa yang membaca al-Baqoroh, Ali ‘Imron & an-Nisa’. Maka ia tergolong sebagai orang yang ahli hikmah”. Dalam riwayat lain : “Maka ia ditulis sebagai orang yang to’at”. Wallohu A'lam
Mari berdoa :
اللهم ثبت القران والعلم فى صدورنا ووفقنا للعمل بهما
"Allohumma Tsabbitil Qur'ana wal'ilma Fii Shuduurina Wawaffiqnaa lil'amali Bihimaa"
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Sumber Tulisan:
1). Fadhoilus Suwar al-Qur'an al-Karim karya Dr. Ibrahim 'Ali As-Sayyid 'Ali Isa
2). Al-Matjar ar-Robih fi Tsawab al-Amal as-Sholih karya al-Hafidz Syarofuddin Abdul Mukmin bin Kholaf ad-Dimyathi
3). Nahwa Tafsir Maudhu'i Lisuwar al-Qur'an al-Karim karya Syekh Muhammad al-Ghozali
4). Khowatir Qur'aniyyah, Nadhrot fi Ahdaf Suwar al-Qur'an karya Syekh Amru Kholid.
5). Al-Lubab karya Prof Dr M. Quraish Shihab MA
6). Ensiklopedi Seputar al-Qur'an karya Prof Dr Rosihon Anwar
7). Nama-Nama Surat al-Qur'an karya Nyai Hj Dzunaizah Faizah al-Hafidhoh
8). Fokus Isi & Makna al-Qur'an karya T. H. Thalhas
Komentar
Posting Komentar