Seri Mengenal al-Qur'an - 17 al-Isro'
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-17, Selasa, 28 Agustus 2018 M/16 Dzul Hijjah 1439 H.
SMQ 17 : al-Isro’
✅ Sebab Penamaan
Surah al-Isro’ artinya “memperjalankan di malam hari”. Hal ini berkaitan dengan peristiwa Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad Saw yang dicantumkan pada ayat pertama dalam surah ini. Peristiwa ini merupakan mukjizat agung yang dikhususkan Alloh Ta’ala bagi beliau.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. al-Isro’ : Ayat 1)
✅ Nama-Nama Lain :
1. Surah “Bani Isroil”
Pada ayat kedua sampai ayat kedelapan & ayat 101-104, Alloh Ta’ala menyebutkan tentang Bani Isroil yang setelah menjadi bangsa yang kuat & besar, lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran-Nya. dikaitkannya kisah Isro’ dengan riwayat Bani Isroil dalam surah ini memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami kehancuran sebagaimana halnya Bani Isroil, jika mereka juga meninggalkan ajaran agamanya.
2. Surah “Subhana”
Karena awal ayatnya dimulai dengan kata tersebut.
✅ Tergolong Surah Makiyyah
(turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah)
✅ Termasuk Surah al-Mi’un
(surah yang jumlah ayatnya mencapai ratusan).
✅ Lokasi : Pada Juz 15
✅ Jumlah Ayat 111
✅ No Urut 17 dalam Mushaf
✅ Turun setelah surah al-Qoshosh
✅ Isi Pokok Suroh al-Isro’ :
1. Keimanan :
Alloh tidak mempunyai anak, baik berupa manusia ataupun malaikat. Alloh pasti memberi rezeki kepada manusia. Alloh mempunyai nama-nama yang paling baik. Al-Qur’an adalah wahyu dari Alloh yang memberikan petunjuk, penawar & Rohmat bagi orang-orang yang beriman. Adanya padang mahsyar & hari kebangkitan
2. Hukum-Hukum :
Berisi tentang Larangan-larangan Alloh yaitu : larangan membunuh manusia, berzina, menggunakan harta anak yatim untuk keperluan sendiri kecuali dengan jalan yang dibenarkan agama, berbuat hanya karena mengikuti orang lain (melakukan sesuatu tanpa dasar ilmu).
Berisi pula tentang Perintah Alloh yaitu : Memenuhi janji, menyempurnakan timbangan & takaran & melakukan sholat lima waktu tepat pada waktunya
3. Kisah-Kisah :
Kisah Nabi Muhammad Saw & kisah tentang Bani Isroil.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kisah Isro’ Nabi Muhammad Saw (Ayat 1)
🔅 Alloh menurunkan Taurot kepada Nabi Musa AS (Ayat 2-3)
🔅 Kehancuran Bani Isroil karena tidak mengikuti ajaran Taurot (Ayat 4-8)
🔅 Al-Qur’an petunjuk ke jalan yang benar (Ayat 9-13)
🔅 Setiap orang bertanggungjawab atas perbuatannya (Ayat 14-17)
🔅 Kasih sayang Alloh bagi semua makhluk (Ayat 18-22)
🔅 Hormat kepada orang tua (Ayat 23-25)
🔅 Larangan Boros & Kikir (Ayat 26-31)
🔅 Larangan berbuat maksiat (Ayat 32-35)
🔅 Perintah untuk bersikap hati-hati (Ayat 36-39)
🔅 Sanggahan terhadap orang-orang yang mempersekutukan Alloh (Ayat 40-44)
🔅 Keennganan orang kafir memahami al-Qur’an (Ayat 45-48)
🔅 Kaum Musyrikin mengingkari hari kebangkitan (Ayat 49-52)
🔅 Setan penyebab kekafiran (Ayat 53-57)
🔅 Kaum yang ingkar pasti mendapat hukuman (Ayat 58-60)
🔅 Godaan setan terhadap manusia (Ayat 61-65)
🔅 Perintah untuk mensyukuri nikmat Alloh (Ayat 66-69 )
🔅 Manusia makhluk yang dimuliakan Alloh (Ayat 70-72)
🔅 Tekanan terhadap Nabi Muhammad Saw tidak mengurangi semangat juang beliau (Ayat 73-77)
🔅 Fungsi sholat & al-Qur’an dalam kehidupan (Ayat 78-84)
🔅 Masalah Ruh (Ayat 85)
🔅 Kemukjizatan al-Qur’an (Ayat 86-89)
🔅 Pengingkaran orang kafir terhadap Rosululloh (Ayat 90-93)
🔅 Keingkaran orang kafir & bantahan terhadapnya (Ayat 94-100)
🔅 Pengalaman Nabi Musa dalam berdakwah menjadi pelipur hati Nabi Muhammad Saw (Ayat 101-104)
🔅 Kebenaran al-Qur’an & cara penurunannya (Ayat 105-111)
✅ Tujuan Utama :
Mengajak manusia menuju ke hadirat Alloh Swt & meninggalkan selain-Nya, karena hanya Alloh pemilik segala sesuatu & hanya Dia yang mengutamakan sesuatu atas lainnya.
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-Isro’ dengan Surah An-Nahl. Di mana dalam surah an-Nahl Alloh Ta’ala menganjurkan Nabi Saw untuk bersabar & tidak berkecil hati akibat tipu daya kaum Musyrik. Maka dalam surah al-Isro’ Dia menerangkan kemuliaan Nabi Muhammad Saw serta martabatnya yang tinggi di hadapan-Nya.
Dalam surah an-Nahl Alloh menegasakan bahwa madu yang keluar dari lebah merupakan minuman yang mengandung obat bagi manusia. Maka dalam surah al_isro’ diterangkan bahwa al-Qur’an juga mengandung obat & rohmat bagi orang-orang beriman.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Isro’:
▪ Surah Yang Paling Banyak Menyebut Lafadz “al-Qur’an”
Perlu diketahui bahwa ada 3 bentuk kata al-Qur’an. Yaitu dalam bentuk kata القران, ma’rifat dengan menggunakan alif & lam. Bentuk yang pertama ini terulang sebanyak 57 kali. Kedua, dalam bentuk قران, nakiroh tanpa alif & lam. Disebutkan sebanyak 11 kali. Dan ketiga dalam bentuk قرانه, dihubungkan dengn dhomir (kata ganti). Disebutkan sebanyak 2 kali. Ketiga bentuk tersebut tersebar dalam bebarap surah.
Namun, sebuah fakta menarik bahwa kata al-Qur’an tersebut disebut paling banyak di surah al-Isro’ ini, yaitu sebanyak 11 kali. Berikut perinciannya :
✨ Ayat 9
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
✨ Ayat 41
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا
✨ Ayat 45
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا
✨ Ayat 46
وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا (46)
✨ Ayat 60
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا
✨ Ayat 78 (pada ayat ini diulang 2 kali)
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
✨ Ayat 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
✨ Ayat 88
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا
✨ Ayat 89
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا
✨ Ayat 106
وَ قُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
Fenomena di atas, menurut Syekh Amru Kholid dalam karyanya “Khowatir Qur'aniyyah, Nadhrot fi Ahdaf Suwar al-Qur'an”(282) merupakan : “Indikator bahwa kita harus merasakan nilai al-Qur’an. Dan peristiwa Isro’ adalah peristiwa yang menyimbolkan perpindahan al-Kitab kepada Umat Nabi Muhammad Saw. Pesan dari peristiwa itu adalah wahai umat Muhammad, kamu adalah penanggung jawab al-Qur’an. Karena itu rasakanlah nilainya. Jangan sampai kamu mengabaikannya seperti umat-umat terdahulu, supaya Alloh tidak menggantimu seperti Dia telah mengganti mereka.”
▪ Memiliki Satu Ayat Sajdah
Yaitu pada ayat 109 :
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.”
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-Isro’ adalah bahwa Nabi Saw biasa membacanya setiap malam. Ibunda Aisyah ra berkata:
مسند أحمد بن حنبل - (6 / 68)
كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يصوم حتى نقول ما يريد ان يفطر ويفطر حتى نقول ما يريد ان يصوم وكان يقرا في كل ليلة ببني إسرائيل والزمر
“Adalah Rosululloh Saw biasa berpuasa hingga kami berkata : “Beliau tidak ingin berbuka”. Dan saat beliau senantiasa berbuka (tidak berpuasa), kami berkata : “Beliau tidak ingin berpuasa”. Dan Beliau biasa membaca surah al-Isro’ & az-Zumar setiap malam”.Hr Ahamd, at-Tirmidzi, al-Hakim, An-Nasa’I, Ibnu Khuzaimah.
Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar