Seri Mengenal al-Qur'an - 16 an-Nahl
بسم الله الرحمن الرحيم
SMQ 16 : an-Nahl
✅ Sebab Penamaan
An-Nahl artinya lebah. Dinamakan demikian, karena di dalamnya terdapat firman Alloh Ta’ala yang menyebutkan hal tersebut.
وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", (QS. An-Nahl : Ayat 68)
Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni menambahkan :
صفوة التفاسير ـ للصابونى - (2 / 102)
سميت هذه السورة الكريمة بسورة النحل " لاشتمالها على تلك العبرة التي تشير إلى عجيب صنع الخالق ، وتدل على الألوهية بهذا الصنع العجيب
“surah yang mulia ini dinamakan dengan surah an-Nahl (lebah) karena ia mengandung pelajaran-pelajaran yang indah yang menunjukkan keagungan ciptaan Alloh al-Kholiq. Dan menunjukkan sifat uluhiyahnya Alloh dengan adanya ciptaan yang mengagumkan ini.
Sementara itu Syekh Amru Kholid menyebutkan dua alasan, mengapa surah ini dinamakan dengan surah an-Nahl (lebah): Pertama, Cara lebah mengatur kerajaannya & mengeluarkan madu adalah salah satu nikmat Alloh yang paling besar. Kedua, ayat-ayat tersebut diawali dengan ungkapan واوحى ربك الى النحل (Tuhanmu mewahyukan kepada lebah). Ini menunjukkan bahwa lebah mengikuti wahyu Tuhan, taat kepada-Nya & menerapkan petunjuk wahyu kepadanya & cermat dalam melaksanakan tugasnya. Jadi lebah adalah teladan dalam hal penggunaan nikmat untuk ketaatan kepada Alloh.Wallohu A’lam.
✅ Nama-Nama Lain :
Disebut pula dengan surah an-Ni’am yang berarti nikmat-nikmat. Karena di dalamnya diuraikan banyak nikmat-nikmat Alloh. Misalnya hujan, matahari, buah-buahan & tumbuhan, serta nikmat-nikmat yang lainnya.
✅ Tergolong Surah Makiyyah
(turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah). Kecuali tiga ayat yang terakhir (Ayat 126-128), di mana sebagian ulama menetapkan bahwa ayat-ayat tersebut termasuk Madaniyyah (setelah perang Uhud)
✅ Termasuk Surah al-Mi’un
(surah yang jumlah ayatnya mencapai ratusan).
✅ Lokasi : Pada Juz 14
✅ Jumlah Ayat 128
✅ No Urut 16 dalam Mushaf
✅ Turun setelah surah al-Kahfi
✅ Isi Pokok Suroh an-Nahl :
1. Keimanan : Kepastian adanya hari kiamat. Keesaan Alloh. Kekuatan-Nya dan kesempurnaan ilmu-Nya serta dalil keesaan-Nya. pertanggungjawaban manusia kepada Alloh atas segala apa yang telah dikerjakannya.
2. Hukum-Hukum : beberapa hukum tentang makanan & minuman yang diharomkan & dihalalkan. Kebolehan memakai perhiasan yang bahannya berasal dari dalam laut seperti mutiara & merjan. Dibolehkan memakan makanan yang diharomkan dalam keadaan terpaksa. Bulu binatang dari hewan yang halal dimakan dipandang suci bila diambil ketika binatang itu masih hidup atau sesudah disembelih. Kewajiban memenuhi perjanjian & laranagn mempermaikan sumpah. Larangan mengada-adakan hukum yang tak ada dasarnya. Perintah membaca isti’adzah. Dan larangan membalas siksa melebihi siksa yang telah diterima
3. Kisah-Kisah : kisah para Nabi terdahulu & kaumnya. Khususnya Kisah Nabi Ibrohim AS & keluarganya.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅 Kepastian hari kiamat & kebenaran wahyu (Ayat 1-2)
🔅 Penciptaan Makhluk sebagai bukti kekuasaan Alloh (Ayat 3-9)
🔅 Karunia Alloh Tidak terhitung (Ayat 10-21)
🔅 Takabbur penyebab kekafiran (Ayat 22-25)
🔅 Orang yang berbuat tipu daya akan mengalami kehancuran (Ayat 26-29)
🔅 Balasan Bagi orang yang bertakwa (Ayat 30-32)
🔅 Balasan Bagi orang yang dholim (Ayat 33-35)
🔅 Setiap umat mempunyai Rosul (Ayat 36-40)
🔅 Hijroh untuk membela agama Alloh (Ayat 41-42)
🔅 Kewenangan Alloh mengutus Nabi & Rosul (Ayat 43-50)
🔅 Larangn Syrik & Kufur nikmat (Ayat 51-55)
🔅 Anggapan & perbuatan orang-orang musyrik yang tercela (Ayat 56-60)
🔅 Kasih sayang Alloh & tipu daya setan (Ayat 61-64)
🔅 Bukti kekuasaan Alloh pada alam semesta (Ayat 65-69)
🔅 Pelajaran dari kehidupan manusia (Ayat 70-74)
🔅 Tamsil orang mukmin & orang kafir (Ayat 75-77)
🔅 Keluasan ilmu Alloh (Ayat 78-83)
🔅 Setiap Rosul menjadi saksi atas umatnya pada hari kiamat (Ayat 84-89)
🔅 Perintah untuk berbuat baik & menepati janji (Ayat 90-93)
🔅 Larangan mengingkari janji & sumpah (Ayat 94-97)
🔅 Menjaga diri dari godaan setan (Ayat 98-100)
🔅 Ketentuan Alloh lebih bermanfaat bagi manusia (Ayat 101-103)
🔅 Orang yang tidak memperoleh hidayah (Ayat 104-109)
🔅 Balasan bagi orang yang berjihad & bersabar (Ayat 110-111)
🔅 Balasan bagi orang kufur nikmat (Ayat 112-113)
🔅 Makanan Halal & Harom (Ayat 114-119)
🔅 Nabi Ibrohim manusia teladan (Ayat 120-124)
🔅 Prinsip-prinsip Dakwah (Ayat 125-128)
✅ Tujuan Utama :
Membuktikan kesempurnaan kuasa Alloh Ta’ala & keluasan ilmu-Nya, dan menegaskan bahwa yang berwenang penuh menetapkan agama adalah Alloh Swt semata.
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah):
Terdapat keterkaitan antara Surah an-Nahl dengan Surah Al-Hijr. Di mana di keduanya sama-sama berisi masalah-masalah ketauhidan, kerasulan & hari kiamat. Karena keduanya termasuk Makiyyah.
Pada bagian pertama surah al-Hijr, Alloh Ta’ala menerangkan tentang kebenaran al-Qur’an serta jaminan-Nya untuk memelihara al-Qur’an. Maka dalam surah an-Nahl terdapat ancaman-ancaman bagi mereka yang mendustakan kebenaran al-Qur’an.
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh an-Nahl :
▪ Lafadz “an-Nahl”
Dalam al-Qur’an lafadz an-Nahl (النحل ) disebutkan hanya sekali. Yaitu di surah an-Nahl ini pada ayat 68.
▪ Madu & Obat
Dalam al-Qur’an kata Syifa’( شفاء) yang berarti kesembuhan hanya disebut dua kali. Yaitu pada QS al-Isro ayat 82 & pada surah an-Nahl ini ayat 69. Pada QS al-Isro’: 82, kata syifa’ disifatkan pada al-Qur’an. Sementara pada QS an-Nahl : 69, kata Syifa’ disifatkan pada madu.
Hal ini terkandung pesan bahwa jika kita dapat menggunakan madu dengan baik maka tubuh kita akan sehat. Dan jika kita menggunakan al-Qur’an dengan baik maka akal, hati & jiwa kita akan sehat.
Nabi Saw bersabda :
((الشِّفَاءُ فِي ثَلاَثَةٍ شَرْطَةِ مِحْجَمٍ ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ ، أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنْهَى أُمَّتِي ، عَنِ الْكَى))
“Obat itu ada pada tiga macam : mengeluarkan darah dengan bekam, minum madu & membakar kulit dengan api (besi panas). Dan aku melarang umatku membakar kulit”Hr Bukhori-Muslim dari Ibnu Abbas.
▪ Ragam Nikmat Alloh Ta’ala
Tidak berlebihan jika surah an-Nahl ini disebut dengan surah an-Ni’am yang berarti nikmat-nikmat, karena berbagai macam nikmat yang bisa kita saksikan dalam keseharian kita disebutkan dengan detail dalam surah ini, yaitu :
✨ Nikmat wahyu (Ayat 2)
✨ Nikmat penciptaan langit & bumi (Ayat 3)
✨ Nikmat penciptaan manusia (Ayat 4)
✨ Nikmat binatang untuk bahan makanan, pakaian & alat transportasi (Ayat 5 & 8)
✨ Nikmat air yang diturunkan dari langit (Ayat 10)
✨ Nikmat tumbuh-tumbuhan (Ayat 11)
✨ Nikmat penciptaan alam semesta untuk kemaslahatan manusia (Ayat 12)
✨ Nikmat keindahan bumi (Ayat 13)
✨ Nikmat penundukan lautan demi kepentingan manusia (Ayat 14)
✨ Nikmat penciptaan gunung sebagai paku bumi (Ayat 15)
✨ Nikmat penciptaan bintang sebagai penunjuk arah bagi musafir & arah kiblat (Ayat 16)
✨ Nikmat Rosul & Hidayah (Ayat 36, 43-44)
✨ Nikmat ditutupnya aib (Ayat 61)
✨ Nikmat Wahyu & Hujan (Ayat 64-65)
✨ Nikmat susu binatang (Ayat 66)
✨ Nikmat keluarga & pasangan hidup (Ayat 72)
✨ Nikmat ilmu, pendengaran & penglihatan (Ayat 78)
✨ Nikmat Burung (Ayat 79)
✨ Nikmat Rumah & perkakas rumah (Ayat 80-81)
Semua itu mengingatkan kita agar pandai bersyukur kepada-Nya.
Karena itu ayat 81-83 pada surah ini mengingatkan kita semua :
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ (81) فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (82) يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنْكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ (83) [النحل : 81 - 83]
“ (81) Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (82) jika mereka tetap berpaling, Maka Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (83) mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir”.
▪ Ayat Sajdah
Pada surah an-Nahl ini terdapat satu ayat Sajdah. Yaitu ayat 50 :
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
”Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS. An-Nahl : Ayat 50)
✅ Hadis Yang Terkait
Terdapat riwayat dalam kitab “Dalail an-Nubuwwah” karya Imam al-Baihaqi (3/288) yang terkait dengan surah an-Nahl ini tepatnya tiga ayat yang terakhir (ayat 12 6-128) yaitu: Dari shohabat Abu Huroiroh ra bahwa Rosululloh Saw berdiri di samping jenazah Hamzah bin Abdul Mutholib, ketika ia meraih syahid (pada perang Uhud). Dan sungguh jenazah Hamzah telah dimutilasi. Maka Rosululloh melihat dengan pandangan penuh kesedihan di mana kami belum pernah melihat sebelumnya sama sekali. Beliau kemudian bersabda ((rohmat Alloh mudah-mudahan senantiasa atasmu (wahai paman). Sungguh engkau telah menyambung rohim. Melakukan ragam amalan kebaikan . . .)). Kemudian beliau bersumpah kepada Alloh akan membunuh 70 orang dari mereka (orang-orang Kafir) sebagai pengganti wafatnya Hamzah. Maka malaikat Jibril AS turun dengan membawa akhir dari surah an-Nahl :
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ (126) وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (127) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (128) [النحل : 126 - 128]
”(126) Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (127) Bersabarlah (hai Muhammad) dan Tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. (128) Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Maka kemudian Nabi bersabar & membayar kafarot sumpah beliau. Serta menahan diri dari apa yang beliau inginkan.
Wallohu A’lam.
Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq (pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar