Seri Mengenal al-Qur'an - 9 At Taubah
بسم الله الرحمن الرحيم
SMQ 9: At Taubah
✅ Sebab Penamaan
at-Taubah artinya pengampunan. Dinamakan at-Taubah karena kata tobat berulang kali disebutkan dalam surah ini. Dijelaskan dalam surah ini bahwa Alloh Ta’ala menerima pertobatan Nabi, Shohabat Muhajirin & Anshor pada masa sulit setelah sebelumnya hati sebagian mereka hampir saja berpaling dari-Nya (QS at-Taubah ayat 117). Terutama tiga orang yang tidak ikut perang Tabuk yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi’ ( QS at-Taubah ayat 118).
✅ Nama-Nama Lain :
Baro’ah artinya berlepas diri (pemutusan hubungan). Sebab kebanyakan pokok pembicaraan dalam surah ini tenatng pemutus hubungan perjanjian damai dengan kaum musyrik. al-Muqosyqisyah yaitu yang menyembuhkan dari kemusyrikan & kemunafikan.
al-Fadhihah yang berarti pembuka rahasia.
Munaqqiroh artinya yang melubangi hati orang-orang munafiq sehingga penipuan & niat busuk yang terpendam di hati mereka terbongkar & muncul ke permukaan.
al-Mukhziyah (Yang menginakan kaum Kuffar),
al-Kasyifah (Yang membuka aib orang Munafiq),
al-Munkilah (contoh yang mengerikan), al-Azdab (Siksa),
al-Mudamdamah (Yang Menghancurkan),
al-Muba’tsiroh (Pembongkaran),
al-Mutsiroh (penimbulan),
al-Musyirdah (Yang mengusir) ,
al-Hafiroh (Yang menggali)
as-Saif (Pedang).
✅ Tergolong Surah Madaniyyah (turun setelah periode Hijrah Nabi Ke Madinah). Tepatnya pada tahun ke-9 H setelah perang Tabuk.
✅ Termasuk Surah al-Mi’un (Surah yang jumlah ayatnya berjumlah ratusan)
✅ Lokasi : Pada Juz 10 & Juz 11
✅ Jumlah Ayat 129
✅ No Urut 9 dalam Mushaf
✅ Turun setelah al-Maidah
✅ Isi Pokok Suroh at-Taubah :
1). Keimanan : Alloh selalu mencintai hamba-hamba-Nya yang beriman, pembalasan atas amalan-amalan manusia hanya dari Alloh, segala sesuatu menurut Sunnatulloh, perlindungan Alloh bagi orang-orang yang beriman, dan kedudukan Nabi Muhammad Saw di sisi Alloh.
2). Hukum-Hukum : Kewajiban menafkahkan harta di jalan Alloh, macam-macam harta dalam agama & penggunaannya, Jizyah, perjanjian & perdamaian, kewajiban umat Islam terhadap Nabinya, sebab-sebab orang Islam melakukan perang, beberapa dasar politik kenegaraan & peperangan dalam Islam.
3). Kisah-Kisah : Kisah Nabi Muhammad Saw dengan shohabat Abu Bakar ra di suatu guadi bukit Tsur ketika Hijroh, perang Hunain & perang Tabuk.
✅ Tujuan Utama : memberi tuntunan tentang pembinaan wilayah yang dikuasai masyarakat Islam agar terbebaskan dari gangguan orang-orang musyrik yang memusuhinya & tipu daya orang munafiq, di samping kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kaum Muslim demi tegarnya masyarakat mereka.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
🔅Pembatalan perjanjian damai dengan kaum Musyrikin (Ayat 1-4 )
🔅Pengumuman perang terhadap kaum Musyrikin & toleransi (Ayat 5-6 )
🔅Sebab-sebab pembatalasn perjanjian damai (Ayat 7-10)
🔅Perlakuan terhadap kaum Musyrik setelah selesai masa yang ditentukan (Ayat 11-12)
🔅Faktor-faktor yang menyebabkan orang Islam boleh memerangi orang kafir (Ayat 13-15)
🔅Ujian keimanan (Ayat 16 )
🔅Yang berhak memakmurkan masjid (Ayat 17-18 )
🔅Keutamaan Iman & Jihad (Ayat 19-22)
🔅Bahaya kekuasaan orang kafir terhadap orang Islam (Ayat 23-24)
🔅Pertolongan hanya dari Alloh (Ayat 25-27)
🔅Larangan masuk masjidil harom bagi kaum musyrikin (Ayat 28)
🔅Alasan perang dengan ahli kitab (Ayat 29 )
🔅Kepercayaan Ahli kitab serta sikap mereka terhadap agama (Ayat 30-33)
🔅Perilaku Yahudi & Nashrobi (Ayat 34-35)
🔅Bulan-bulan yang dihormati & perintah memerangi kaum Musyrik (Ayat 36-37)
🔅Anjuran untuk berjihad (Ayat 38-40)
🔅Perintah perang (Ayat 41)
🔅Reaksi orang munafiq terhadap perintah perang (Ayat 42-45)
🔅Mengandu domba adalah sifat orang munafiq (Ayat 46-48)
🔅Berpura-pura adalah salah satu sifat orang munafiq (Ayat 49-52)
🔅Balasan kemunafikan di dunia & di akhirat (Ayat 53-55)
🔅Sifat-sifat orang munafiq (Ayat 56-59)
🔅Orang-orang yang berhak menerima zakat (Ayat 60)
🔅Perilaku & Ancaman terhadap orang munafiq (Ayat 61-70)
🔅Sifat-sifat orang mukmin & balasan bagi mereka (Ayat 71-72)
🔅Sikap Nabi terhadap orang kafir & orang munafiq (Ayat 73-74)
🔅Janji orang munafiq tidak dapat dipercaya (Ayat 75-78)
🔅Kemunafikan adalah dosa yang tidak diampuni Alloh (Ayat 79-80)
🔅Perihal orang munafiq yang enggan berjihad (Ayat 81-83)
🔅Larang menyolati jenazah orang munafiq (Ayat 84-85)
🔅Keengganan orang munafiq untuk berjihad & pahala orang yang berjihad (Ayat 86-90)
🔅Alasan yang dibenarkan Syariat untuk tidak berjihad (Ayat 91-93)
🔅Menghadapi sikap buruk orang yang tidak ikut berperang tanpa alasan (Ayat 94-96)
🔅Sifat-sifat orang Arob Badui (Ayat 97-99)
🔅Empat macam tingkatan manusia pada zaman Rosululloh Saw (Ayat 100-102)
🔅Faedah sedekah & keharusan penguasa memungut zakat (Ayat 103-105)
🔅Orang-orang yang menunggu keputusan Alloh (Ayat 106)
🔅Penyalahgunaan Masjid (Ayat 107-110)
🔅Penghargaan Alloh bagi para Syuhada’ (Ayat 111-112)
🔅Larangan memintakan Ampunan bagi orang-orang musyrik (Ayat 113-115)
🔅Kekuasaan Alloh & kasih sayang-Nya kepada Nabi Muhammad & umatnya (Ayat 116-119)
🔅Kewajiban berperang bersama Rosululloh Saw (120-121)
🔅Kewajiban mendalami ilmu-ilmu agama (Ayat 122 )
🔅Tuntunan Alloh dalam berperang (Ayat 123)
🔅Sikap orang Munafiq terhadap al-Qur’an (Ayat 124-127)
🔅Sifat-sifat Rosululloh yang mulia (Ayat 128-129)
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Berikut ini keterkaitan antara Surah at-Taubah dengan Surah Al-Anfal :
1). Sama –sama menjelaskan tentang memerangi orang-orang musyrik & ahli kitab
2). Sama-sama menjelaskan tentang perjanjian dengan musuh
3). Pada surah al-Anfal disebutkan bahwa yang mengurus & memakmurkan Masjidil Harom adalah orang-orang yang bertaqwa. Sedangkan surah at-Taubah menerangkan bahwa orang-orang musyrik tidak pantas mengurus & memakmurkan masjid.,
4). Kedua surah menganjurkan agar kita mengeluarkan infaq di jalan Alloh,
5). Pada surah al-Anfal diterangkan tentang penggunaan harta rampasan perang. Sedangkan dalam surah at-Taubah diterangkan tentang penggunaan zakat,
6). Surah al-Anfal mengemukakan tentang orang munafiq & orang ada penyakit dalam hatinya. Sementara surah at-Taubah menjelaskan hal tersebut lebih luas lagi.
7). Surah al-Anfal menjelaskan tentang perang yang pertama dilakukan oleh Nabi (perang Badar). Sedangkan surah at-Taubah menjelaskan perang terkahir yang dilakukan Nabi (Perang Tabuk).
✅ Fakta Menarik Seputar Suroh al-Taubah:
▪ 1. Tidak Diawali Basmalah
Ada tiga alasan yang dikemukakan oleh para ulama, mengapa surah at-Taubah tidak diawali dengan Basmalah :
-mengikuti kebiasaan masyarakat Arob yang tidak menyebut Basmalah bila membatalkan perjanjian.
- Karena Basmalah mengandung curahan rohmat & limpahan kebajikan. Sedangkan surah ini berbicara tentang pemutusan hubungan Alloh & Rosul-Nya terhadap kaum musyrik sehingga mereka tidak wajar mendapat rohmat khusus & kebajikan.
- Surah ini merupakan bagian dari surah yang lalu (al-Anfal) sehingga tidak perlu diberi pemisah dalam bentuk Basmalah.
▪ 2.Satu-satunya surah Madaniyyah yang tergolong dalam kelompok al-Mi’un.
▪ 3.Surah yang Paling banyak namanya dalam al-Qur’an, selain al-Fatihah.
Nama lain surah at-Taubah tidak kurang dari 14 nama. Semakin banyak nama tentu semakin menambah kemuliannya.
▪ 4. Sebanyak 55 Kali disebut Sifat al-Munafiqun.
Syekh Amru Kholid dalam karyanya “Khowatir Qur'aniyyah, Nadhrot fi Ahdaf Suwar al-Qur'an”, menyebutkan hasil penelitiannya bahwa surah at-Taubah ini berisi 55 sifat kaum munafiq dalam perilaku mereka dengan Nabi Muhammad Saw.
▪ 5. Sebanyak 17 Kali diulang lafadz التوبة & derivasinya dalam surah ini.
Penelitian dari Syekh Amru kholid, lafadz at-Taubah & derivasinya itu dalam Surah al-Baqoroh diulang sebanyak 13 kali. Pada surah Ali Imron 13 kali. Surah an-Nisa’ menyebutnya 12 kali. Surah al-Maidah menyebutnya 5 kali. Surah Hud menyebutnya 6 kali & surah al-An’am menyebutnya sekali.
Adapun surah at-Taubah ini menyebut kata at-Taubah & perubahannya sebanyak 17 kali, maka surah ini boleh dibilang yang terbanyak dalam menyebut & menjelaskan tentang tobat. Di antaranya adalah :
أَلَمْ يَعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (104)
“tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?”.
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara riwayat yang menunjukkan keutamaan suroh at-Taubah adalah sebuah Atsar yang shohih dari Abu ‘Athiyyah bahwa Amirul Mukminin Umar bin Khottob ra menulis surat kepada kami yang berbunyi :
شعب الإيمان - (4 / 82)
عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ الْهَمْدَانِيِّ، قَالَ: كَتَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ " تَعَلَّمُوا سُورَةَ بَرَاءَةَ وَعَلِّمُوا نِسَاءَكُمْ سُورَةَ النُّورِ
“Pelajarilah oleh kalian surah at-Taubah & ajarilah isteri kalian surah an-Nur”. Wallohu A’lam.
Mari berdoa :
اللّهُمَّ ثَبِّتِ الْقُرْاَنَ وَالْعِلْمَ فِيْ صُدُوْرِنَا وَوَفِّقْنَ لِلْعَمَلِ بِهِمَا
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar