Seri Mengenal al-Qur'an - 6 Al An'am
بسم الله الرحمن الرحيم
Pertemuan Ke-6, Kamis, 9 Agustus 2018 M/27 Dzul Qo'dah 1439 H.
SMQ 6 : Al An'am
✅ Sebab Penamaan
Al-An’am secara harfiah bermakna binatang ternak. Surah ini dinamakan demikian karena di dalamnya disebutkan kata al-An’am yang terkait dengan adat istiadat kaum musyrik. Di mana menurut mereka binatang-binatang ternak tersebut dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Selain itu, dalam surah ini disebutkan pula hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak tersebut.
✅ Tergolong Surah Makiyyah (turun sebelum periode Hijrah Nabi Ke Madinah). Pendapat yang masyhur, al-An’am turun secara keseluruhan di Makkah. Sementara ulama mengecualikan ayat-ayat berikut yang turun di Madinah yaitu : ayat 20, 23, 91, 93, 114, 141, 141, 151, 152, & 153.
✅ Termasuk Surah al-Thiwal (yang panjang).
✅ Lokasi : Pada Juz 7 & Juz 8
✅ Jumlah Ayat 165
✅ No Urut 6 dalam Mushaf
✅ Turun setelah Surah al-Hijr
✅ Isi Pokok Suroh al-An’am :
1. Keimanan : Bukti-bukti keesaan Alloh serta kesempurnaan sifat-sifat-Nya, tentang kenabian Muhammad Saw, penegasan Alloh kenabian Ibrohim, Ishaq, Ya’qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Lut. Penegasan tentang adanya hari kebangkitan, sesatnya orang musyrik & keingkaran mereka terhadap hari kiamat.
2. Hukum-Hukum: Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliah, makanan yang halal & harom, keadilan & hokum serta larangan mencaci maki berhala.
3. Kisah-Kisah: Kisah umat yang menentang Rosul, Kisah pengalaman Nabi Muhammad & para Nabi, dan cerita Nabi Ibrohim membimbing kaumnya kepada agama Tauhid
✅Tujuan Utama : untuk memantapkan akidah tauhid & prinsip-prinsip ajaran agama sekaligus memantapkan keyakinan tentang kewenangan Alloh Swt dalam segala persoalan. Antara lain hak & wewenang-Nya yang mutlak menghalalkan & mengharomkan & setiap bagian yang terkecil dalam kehidupan manusia harus sepenuhnya tunduk kepada ketentuan hukum-hukum Alloh Swt.
✅ Topik-Topik Berdasar Penggalan Ayat Secara Terperinci :
1) Bukti-bukti tentang keesaan Alloh (Ayat 1-3 )
2) Sebab-sebab keingkaran kamu musyrik & ancaman terhadap mereka (Ayat 4-11 )
3) Keagungan Alloh & kesaksian-Nya atas kenabian Muhammad Saw (Ayat 12-21)
4) Kesaksian kaum musyrik terhadap dirinya sendiri & keadaan mereka pada hari kiamat (Ayat 22-32 )
5) Alloh membesarkan hati Nabi Muhammad (Ayat 33-37)
6) Kesempurnaan ilmu Alloh & bukti-bukti kebenarannya (Ayat 38-45)
7) Alloh menguasai & menentukan keadaan makhluq-Nya (Ayat 46-49)
8) Tuntunan Dalam menghadapi masyarakat (Ayat 50-53)
9) Perintah mengucapkan salam (Ayat 54-55)
10) Sikap kaum muslimin terhadap ajakan orang musyrik (Ayat 56-58)
11) Hanya Alloh yang mengetahui hal-hal yang ghoib (Ayat 59-62)
12) Bukti-bukti kebesaran & kasih sayang Alloh kepada hamba-Nya (Ayat 63-67)
13) Larangan duduk bersama orang yang memperolokkan agama Alloh (Ayat 68-70)
14) Sikap orang-orang mukmin menghadapi orang-orang musyrik (Ayat 71-73)
15) Cara Nabi Ibrohim membimbing kaumnya kepada agama Tauhid (Ayat 74-79)
16) Bukti kebenaran Agama Tauhid & bathilnya kemusyrikan (Ayat 80-83)
17) Para Nabi yang diberi kitab & hikmah (Ayat 84-90)
18) Pengingkaran orang Yahudi terhadap al-Qur’an berarti pengingkaran terhadap agama Tauhid (Ayat 91-92)
19) Kebenaran wahyu & akibat berdusta kepada Alloh (Ayat 93-94 )
20) Bukti-bukti keesaan & kekuasaan Alloh (Ayat 95-99)
21) Syirik adalah penyelewengan dari Fitroh (Ayat 100-105)
22) Perintah mengikuti wahyu & larangan memaki berhala (Ayat 106-110)
23) Sikap keras kepala kaum musyrik (Ayat 111-113)
24) Penegasan Nabi bahwa al-Qur’an adalah bukti utama kerosulannya (Ayat 114-115)
25) Kesesatan akidah kaum musyrik & haromnya sembelihan mereka (Ayat 116-121)
26) Perumpamaan orang mukmin & orang kafir (Ayat 122-123)
27) Pembangkangan kaum musyrik & berlakunya sunatulloh terhadap hamba-Nya (Ayat 124-127)
28) Nasib orang-orang yang durhaka pada hari kiamat (Ayat 128)
29) Derajat seseorang sebanding dengan amalnya (Ayat 129-132)
30) Alloh Maha Kaya & Maha Luas Rohmat-Nya (Ayat 133-135)
31) Beberapa aturan yang dibuat orang-orang musyrik (Ayat 136-140)
32) Nikmat Alloh & sikap kaum Musyrik (Ayat 141-144)
33) Makanan yang harom bagi kaum muslimin & kaum Yahudi (Ayat 145-147)
34) Sanggahan kaum musyrik terhadap ucapan kaum muslimin (Ayat 148-150)
35) Beberapa ajaran pokok dalam Islam (Ayat 151-153)
36) Perbandingan antara Taurot & al-Qur’an (Ayat 154-157)
37) Pembangkangan kaum Musyrik (Ayat 158)
38) Bahaya perpecahan dalam agama & pahala bagi orang yang beramal (Ayat 159-160)
39) Mengikuti “millah” Ibrohim AS dalam Tauhid & Ikhlas dalam beramal (Ayat 161-165)
✅ Munasabah (keterkaitan antar Surah)
Terdapat keterkaitan antara Surah al-An’am dengan Surah Al-Maidah. Di dalam surah al-Maidah dikemukakan hujjah kepada Ahli kitab, sedang surah al-An’am mengemukakan hujjah kepada kaum Musyrik. Surah al-Maidah memaparkan makanan-makanan yang diharomkan & binatang sembelihan secara umum. Sedang surah al-An’am membicarakannya secara terperinci
✅ Fakta-Fakta Menarik Seputar Suroh al-An’am:
1) Surah al-An’am merupakan Surah Makiyyah pertama di dalam urutan Mushaf (al-Baqoroh sampai al-Maidah adalah Madaniyyah)
2) Alloh mengawali Surah ini dengan Alhamdulillah (الحمد لله). Suarah-surah lainnya yang juga diawali dengan Alhamdulillah adalah surah al-Kahfi, Surah Saba’ & Surah Fathir
3) Diantar 70.000 malaikat
Shohabat Jabir ra berkata : Ketika surah al-An’am turun, Nabi Saw mengucapkan tasbih. Lalu bersabda :
((لقد شيع هذه السورة من الملائكة ما سد الأفق))
“Surah ini di antar oleh malaikat penghuni langit”Hr al-Hakim & al-Baihaqi
Shohabat Anas bin Malik ra juga meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda :
((نَزَلَتْ عَلَيَّ سُورَةُ الأَنْعَامِ جُمْلَةً وَاحِدَةً يُشَيِّعُهَا سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ لَهُمْ زَجَلٌ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّحْمِيدِ))
“Surah al-An’am diturunkan sekaligus kepadaku seraya diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat. Mereka melantunkan tasbih & tahmid dengan suara yang keras”Hr al-Baihaqi & ath-Thobroni
4) Terdapat 10 Wasiat Alloh (al-Washoya al-Asyr)
Al-Washoya al-Asyr adalah ketentuan-ketentuan hukum yang disampaikan oleh Roasululloh Saw kepada kuam Musyrikin yang berintikan 10 ajaran pokok yang menjadi inti dari agama Islam (Syariat Alloh mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad Saw) yang diturunkan Alloh ke dunia. Terdapat dalam QS al-An’am ayat 151-153, diantaranya : 1). Larangan Syirik, 2). Wajib berbakti kepada kedua orang tua, 3). Larangan membunuh anak (karena kemiskinan), 4). Larangan mendekati perbuatan keji 5). Larangan membunuh jiwa yang diharomkan oleh Alloh untuk membunuhnya, 6). Larangan memakan harta anak yatim 7). Wajib menyempurnakan takaran & timbangan, 8). Perintah Berbuat Adil 9). Perintah Menunaikan Janji & 10). Perintah mengikuti jalan Alloh.
5) Mayoritas Ayat dalam surah al-An’am ini dimulai dengan lafadz Qul (قل ) atau Huwa(هو).
Syekh Muhammad Ali ash-Shobuni dalam tafsirnya menyebutnya dengan istilah Uslub Taqrir (اسلوب التقرير )& Uslub Talqin (اسلوب التلقين ). Maksudnya ayat-ayat yang dimulai dengan lafadz huwa merupakan Uslub at-Taqrir yaitu penetapan & penjelasan atas kekuasaan Alloh Swt. Adapun yang dimulai lafdadz Qul merupakan Uslub Talqin yaitu pengajaran Alloh kepada Nabi Muhammad Saw dalam memberikan hujjah (argumentasi) terhadap orang-orang kafir & musyrik Makkah.
✅ Hadis Yang Terkait
Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan suroh al-An’am adalah sebuah riwayat yang terdapat dalam Shohih al-Bukhori. Shohabat Ibnu Abbas ra. berkata :
صحيح البخاري ـ حسب ترقيم فتح الباري - (4 / 224)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : إِذَا سَرَّكَ أَنْ تَعْلَمَ جَهْلَ الْعَرَبِ فَاقْرَأْ مَا فَوْقَ الثَّلاَثِينَ وَمِئَةٍ فِي سُورَةِ الأَنْعَامِ {قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُوا أَوْلاَدَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ} إِلَى قَوْلِهِ {قَدْ ضَلُّوا وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ}
“jika kamu ingin tahu kebodohan orang-orang Arab (ketika itu) maka bacalah ayat di atas ayat 130 pada surah al-An’am yaitu (tepatnya) ayat ke-140 :
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ قَتَلُواْ أَوْلاَدَهُمْ سَفَهًا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ اللَّهُ افْتِرَاء عَلَى اللَّهِ قَدْ ضَلُّواْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ (140)
“Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (QS al-An’am : 140). Wallohu A’lam.
Mari berdoa :
اللهم ثبت القران والعلم فى صدورنا ووفقنا للعمل بهما
"Allohumma Tsabbitil Qur'ana wal'ilma Fii Shuduurina Wawaffiqnaa lil'amali Bihimaa"
(Ya Alloh Tetapkanlah al-Qur'an & ilmu pengetahuan dalam hati kami. Dan beri kami Taufiq(pertolongan) untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari).
امين. يا مجيب السائلين
(MAMM)
Komentar
Posting Komentar